Suara.com - Prilly Latuconsina menjadi sorotan warganet setelah mengunggah foto dirinya memasak ayam kari untuk persiapan lebaran. Foto tersebut menampilkan Prilly yang sedang memegang sendok masak dan wajan berukuran besar.
Namun, yang menarik perhatian adalah tabung gas elpiji 3 kilogram berwarna hijau yang terlihat berada di belakang tembok dapur rumah Prilly. Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan warganet, mengingat Prilly dikenal memiliki kekayaan yang melimpah. Pasalnya, penggunaan gas elpiji 3 kg hanya diperuntukkan untuk kalangan masyarakat tidak mampu.
"Ini kak prilly emang make gas 3 KG? Kalau iya emang boleh ya Orang Sekaya @prillylatuconsina15 menggunakan gas elpiji 3 KG?," ungkap salah satu warganet.
Di tengah sorotan tersebut, Prilly Latuconsina memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya. Dia mengungkapkan bahwa ia tidak menyadari adanya tabung gas tersebut. Menurutnya, tabung gas 3 kg tersebut sebenarnya dipinjamkan oleh tukang gas langganannya karena stok gas yang biasa dibeli telah habis.
"Jujur aku gak sadar awalnya sampai diingatkan oleh kalian semua. Kemarin langsung nanya sama orang rumah dan ternyata tabung gas itu sebenarnya dipijamkan sama tukang gas langganan aku karena stok gas yang biasa mbak beli habis," ungkapnya dikutip suara.com, Rabu (10/4/24).
Selain itu, Prilly juga mengaku tidak ada niatan menyembunyikan gas elpiji 3 kg tersebut dari tangkapan kamera.
"Itu memang berada di belakang tas belanja. Akupun gak ngeuh," katanya.
"Saat tukang gas langganan aku datang dan bawa gas yang memang sering aku pesan langsung aku ganti dan gasnya aku kembalikan lagi," katanya pula.
Prilly juga menyampaikan kesadaran akan pentingnya kebijakan pemerintah terkait penggunaan gas elpiji 3 kg. Dia menegaskan bahwa jika keadaan serupa terjadi di masa mendatang, ia akan menunggu ketersediaan gas yang biasa dipakainya daripada menggunakan gas 3 kg.
Baca Juga: Blunder Pakai Gas Subsidi 3 Kg, Prilly Latuconsina Bongkar Faktanya: Aku Nggak Sadar...
"Aku sangat aware kalau gas itu memang tidak diperuntukkan untuk semua orang, terima kasih banyak kepada kalian yang sudah mengingatkan," katanya pula.
Untuk diketahi, pemerintah menerbitkan peraturan bahwa mulai 1 Januari 2024, pembelian gas elpiji tabung 3 kg hanya dapat dilakukan oleh pengguna yang telah terdaftar. Langkah tersebut diambil dalam upaya memastikan subsidi gas elpiji tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Proses pendaftaran dijelaskan sangat mudah, cepat, dan aman, hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di Penyalur/Pangkalan resmi.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan distribusi gas elpiji tabung 3 kg dapat dilakukan secara tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Semoga langkah-langkah ini dapat membantu masyarakat Indonesia dalam mengakses sumber energi yang penting untuk kebutuhan sehari-hari.
Berita Terkait
-
Blunder Pakai Gas Subsidi 3 Kg, Prilly Latuconsina Bongkar Faktanya: Aku Nggak Sadar...
-
Honor Sekali Kerja Bisa Buat Bangun Rumah, Prilly Latuconsina Malah Terciduk Pakai Gas Melon 3 Kg
-
Padahal Kaya Raya, Prilly Latuconsina Bikin Heboh Pakai Elpiji 3 Kilogram, Warganet Nangis
-
Prilly Latuconsina Terciduk Masak Pakai Gas 3 Kg, Padahal Raup Honor Rp1 M Sekali Main Film
-
Nggak Kalah dari BCL, Begini Keseruan Prilly Latuconsina Masak Rendang Porsi Besar untuk Lebaran
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?