Suara.com - Meski Pilkada serentak akan digelar pada November 2024 mendatang, momen silaturahmi Lebaran menjadi ajang bertemu antarpolitikus tak terkecuali dalam penjajakan koalisi.
Salah satunya, nuansa kental tersebut dirasakan ketika Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok Farabi A Arafiq mengunjungi kediaman Ketua DPD PKS Kota Depok Imam Budi Hartono untuk melakukan penjajakan koalisi sembari berlebaran.
Imam Budi Hartono, yang digadang-gadang PKS untuk di maju dalam Pilkada Depok mendatang, mengaku senang dikunjungi Farabi.
Tak hanya itu, Wakil Wali Kota Depok itu juga mengaku cocok karena pada tahun 2019 pernah bertemu untuk membahas Kota Depok.
"Dulu, waktu 2019, kita pernah ketemu (Farabi A Arafiq). Ketika ditanya sama media siapa di antara yang sudah ketemu dan cocok. Ya, Bang Farabi. Mudah-mudahan tahun ini cita-cita tertunda terkabul," ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga menuturkan kecocokan dengan Farabi A Arafiq. Bahkan, Imam mengiaskannya dalam peribahasa 'dari mana datangnya cinta, turun ke hati'.
"Kalau peribahasa dari mana datangnya cinta, turun ke hati. Untuk menenangkan hati tidak bisa bertemu sekali, perlu ada yang didalami."
"Ada yang perlu diselaraskan kalau sudah klop (cocok) ada jalur kuning," sambung Imam Budi.
Sementara itu, Farabi menyampaikan bahwa nuansa Idul Fitri menjadi ajang saling memaafkan sambil ngobrol-ngobrol silaturahmi.
Baca Juga: Mahfud MD Ikut Meriahkan Open House Ganjar Pranowo di Kediaman Barunya
Ia mengemukakan, silaturahmi akan membuka pintu rezeki dan memperpanjang umur.
Tak lupa, Farabi yang disuguhkan menu makan khas Ramadhan, yaitu ketupat sayur mengingatkannya dengan tradisi keluarganya kala Idul Fitri.
"Luar biasa, saya sering bertamu beda-beda menu Lebaran. Kebetulan, Bang Imam Budi Hartono menunya sama dengan keluarga saya."
"Ketupat sayur, bang Imam proteinnya rendang. Kalau saya ayam. Ini pertemuan budaya di momen Idul Fitri ," ungkap Farabi A Arafiq.
Tak hanya itu, Farabi mengomentari warna baju yang dikenakannya dengan pakaian Imam Budi.
"Warna pakaian hampir sama tapi kami berdua tidak janjian. Mungkin sehati. Kalau Bang imam dengan saya klop (nyambung)," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta