Suara.com - Video rombongan turis yang diduga dari Indonesia merusak pohon Sakura di Jepang, viral di media sosial. Si perekam video bahkan terbahak melihat aksi seorang bapak-bapak menggoyangkan ranting pohon Sakura.
Video tersebut dibagikan ulang oleh akun media sosial X @sosmedkeras. "HEYY PAK JGN SAMAKAN PAS LIBURAN DI KONOHA," tulis @sosmedkeras, dikutip Selasa (16/4/2024).
Dari video itu, tampak seorang pria menggoyang-goyangkan ranting pohon Sakura hingga daunnya berjatuhan. "Hahahahaha.... Jatuh," kata seorang perempuan dalam video tersebut.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar keras para netizen. Mereka menghujat aksi turis asal Indonesia yang dianggap memalukan.
"Kalo gara gara ulah bapak ini, turis dari Indonesia di banned sm Jepang, ga boleh ke area itu lagi..ini si bapak boleh ditimpukin engga...?" kata @jelajah_bola.
"Malu maluin aja, fungsi otak nya ikut lbur kah jd g pnya pikiran?" tulis @syalalaela.
"Malu2in aja si pak, norak banget," komentar @_oochaa.
"Cukup satu kata buat mereka yg ada di video itu………..TOLOL," tulis @gloriahermawan.
"Warga +62 ini kebiasaan jelek jangan dibawa ke negara orang dong ah, malu"in nih oknum begini. Jangan keluar negeri deh kalo jalan" lu belajar tata krama dulu. Ni memperburuk citra Indonesia," kata @strssovrld.
"Malu maluin nama Indonesia aja ni orang!!" komentar @OpiHW6i.
"Budayanya jangan disamakan pak," kata @azizhubban.
"Banyak org yg pengen fto di dekat pohon sakura, dia malah merusaknya," komentar @chichiochi_.
"Turis indonesia akan dikenang," kata @pian_cfp.
Berita Terkait
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Bukan Indonesia, Jepang Pilih Langganan Impor Mobil dari Negara Sebelah
-
Tren Baru Industri Otomotif Jepang Lebih Pilih Mobil Produksi Luar Negeri
-
Bosan Merek Jepang? Ini 5 Mobil Matic Rp50 Jutaan Antimainstream yang Nyaman dan Stabil
-
5 Sampo Jepang untuk Atasi Rambut Rontok dan Uban Usia 40 Tahun ke Atas
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya