Bagi orang Protestan, dari pandangan Injili, tidak ada sistem kepausan. Menurut ajaran ini bertentangan dengan pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam Alkitab. Sementara untuk umat Katolik, terdapat Paus, yang menjadi kepala Gereja sebagai penerus Rasul Petrus. Kepausan ini juga tidak terputus dan diteruskan hingga saat ini.
4. Kantor
Pada umat Katolik, terdapat jabatan dalam gerejanya. Selain itu, dengan Sakramen Tahbisan, para uskup, imam dan diakon menerima meterai Allah seumur hidup yang memberi mereka otoritas sakramental atas umat awam Katolik. Untuk pengudusan ini hanya dapat diberikan kepada laki-laki.
Sementara untuk umat Protestan tidak menguduskan orang-orang tertentu ke dalam jabatan. Dalam ajaran Protestan menerima prinsip bahwa imamat dapat ditransfer ke setiap orang percaya bahkan untuk wanita.
5. Ekaristi atau Perjamuan Tuhan
Dalam ajaran Katolik, tercermin dalam Ekaristi, atau Perjamuan Kudus. Ini merupakan kegiatan memperingati perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya sebelum Ia disalib. Setelah ditasbihkan, seorang imam dalam nama Yesus, roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus.
Sementara untuk Non-Katolik tidak boleh berpartisipasi dalam Komuni. Di samping itu, di gereja Protestan, setiap orang yang dibaptis diundang untuk berbagi dan diizinkan untuk memimpin Perjamuan Tuhan.
Baca Juga:
Menguak Gaji Pokok Bharada E yang Putuskan Menikah, Tak Cukup Buat Beli Honda BeAT dalam 6 Bulan
Baca Juga: Bharada E Dulu Agama Apa? Kini Penganut Katolik Jelang Nikah dengan Sang Pacar
Hotman Paris Pernah Janji Tanggung Biaya Nikah Bharada E dan Ling Ling: Aku yang Bayarin!
6. Sakramen
Di Katolik, terdapat tujuh sakramen di antaranya baptisan, penguatan, Ekaristi, perkawinan, penebusan dosa, perintah suci dan minyak penyucian. Mereka percaya bahwa, sakramen-sakramen tersebut telah ditetapkan oleh Yesus untuk menganugerahkan karya Allah.
Sementara untuk Protestan, mempraktekan dua sakramen yaitu baptisan dan Ekaristi (Perjamuan Tuhan). Umat Protestan percaya, ritual yang dilakukan merupakan simbolis Allah melalui umatnya menyampaikan Injil.
7. Pandangan tentang dogma Maria dan Roh Kudus
Gereja Katolik Roma menghormati Maria, Ibu Yesus yang dinilai sebagai Ratu Surga. Umat Katolik juga mendukung dogma Maria yang meliputi, mengandung tanpa noda, keperawanan abadi, hingga pengangkatannya ke surga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel