Suara.com - Kabar bahagia datang dari Richard Eliezer atau yang akrab disapa Bharada E. Mantan ajudan Ferdy Sambo itu akan menikahi kekasihnya, Duce Maria Angeline Christanto alias Ling Ling akhir April 2024 ini.
Bahkan, Bharada E yang awalnya beragama Kristen Protestan juga telah diterima sebagai jemaat Gereja Katolik pada Rabu (17/04/2024) dan siap menerima sakramen pernikahan.
BACA JUGA:
- Lika Liku Kisah Cinta Bharada E: Menang Lawan Ferdy Sambo, Kini Pindah Agama Demi Ling Ling
- Viral Pembalap Moto3 Salah Naik Motor Usai Terpelanting, Netizen Ngakak: Nggak Cuma Terjadi di Parkiran Minimarket!
- Jabatan dan Gaji Bharada E yang Siap Menikah, Kini Pindah Agama usai Bebas Bui
Diketahui, nama Bharada E dikenal sejak kasus pembunuhan Brigadir J yang tak lain seniornya di kepolisian. Richard Eliezer pun divonis penjara selama 1,6 bulan dan berhasil melawan Ferdy Sambo, aktor utama pembunuhan tersebut.
Pemberitaan lampau tentang Bharada E pun kini muncul kembali. Salah satunya adalah janji pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang mengaku siap membiayai pernikahan Bharada E.
Pernyataan itu disampaikan Hotman Paris dalam sebuah acara TalkShow di stasiun televisi pada Kamis (16/2/2023) silam.
Saat itu, ibunda Bharada E, Rynecke Alma Pudihang, menceritakan sang anak sudah bertunangan dengan Duce Maria Angelin Kristanto atau Ling Ling, ketika kasus Ferdy Sambo ini pecah.
Lantas, Hotman Paris pun menyatakan siap membiayai nikah Bharada E.
"Ya nggak apa apa aku yang bayarin," kata Hotman Paris.
Menurut Rynecke saat itu, Bharada E dan Ling Ling sebenarnya telah memiliki rencana menikah tahun 2022. Namun, rencana itu gagal terlaksana karena Bharada E tersangkut dengan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
"Sebenernya rencana mereka mau menikah tahun ini, di Manado, tapi karena tertunda karena masalah ini," ujar sang ibunda kepada Hotman Paris.
Hotman Pais sempat berkelakar jika pernikahan keduanya dibikin di sebuah stasiun televisi saja. "Kita jemput dari penjara pas hari itu," katanya.
Berita Terkait
-
Ulasan Novel Immaculate Conception: Ambisi dan Identitas dalam Distopia
-
Pendidikan Deolipa Yumara: Eks Pengacara Bharada E Kritik Hakim Perceraian Paula Verhoeven
-
Effortless dan Chic! Ini 4 Style Monokrom Pakai T-shirt ala Ling Ling Kwong
-
Riwayat Penyakit Hotman Paris: Nyaris Tumbang Sidang dengan Razman Nasution, Pernah Dirawat di Thailand hingga Tes HIV!
-
Beda Nasib Terkini Ferdy Sambo dan Richard Eliezer: Makin Gemoy vs Bikin Anak Kangen
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri