Suara.com - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmuda mengaku tak mengetahui Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menganggarkan Rp22 miliar untuk restorasi rumah dinas gubernur di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.
Ida pun berencana menanyakan langsung kepada Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata), Heru Hermawanto selaku dinas yang mengalokasikan penganggarannya.
"Saya belum cek lagi, yang katanya ada di Citata anggarannya. Saya malah belum tahu. Saya malah lupa kalau itu ada dianggarkan di Citata," ujar Ida saat dikonfirmasi, Jumat (19/4/2024).
Baca Juga:
Ida mengatakan, seharusnya perbaikan rumah yang saat ini jadi hak tinggal Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono itu sudah pernah dianggarkan pada tahun 2023 dengan nilai Rp2,9 miliar. Ia pun mempertanyakan apa saja yang akan dikerjakan dengan biaya Rp22 miliar itu nantinya.
"Ya tahun lalu Rp2 koma sekian. (Tahun ini) saya baru mau pelajari malahan. Saya belum tanya ke Pak Heru (Kadis Citata) apakah betul ada anggaran segitu atau tidaknya. Kalaupun ada, buat pembangunan apa?" ucap Ida.
Ia pun mengaku tak pernah mengetahui adanya penganggaran restorasi rumah dinas itu saat penyusunan APBD 2024. Apalagi, seharusnya komisi D yang seharusnya menyusun anggaran terkait hal ini.
"Karena saya gak ingat apakah ada anggaran segitu atau tidak untuk 2024 ini. Nanti saya tanya pak Heru (Kadis Citata) dulu," pungkasnya.
Baca Juga: PSI Ingatkan Heru Budi Soal Makelar Tanah Pembayaran Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung
Anggaran Tembus Rp22 Miliar
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana merestorasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada tahun ini. Anggaran yang dialokasikan untuk pengerjaannya mencapai Rp22,2 miliar.
Pekerjaan untuk rumah sekarang menjadi hak tinggal Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono ini anggarannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.
Baca Juga:
Pj Gubernur DKI Pamer Foto Blusukan, Begini Reaksi AHY ke Heru Budi
Rinciannya termuat dalam situs Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (Sirup LKPP) dalam alokasi anggaran Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan.
Berita Terkait
-
Khoirudin PKS Tak Tertarik Maju di Pilgub Jakarta 2024, Malah Rekomendasikan Politisi Ini
-
PSI Ingatkan Heru Budi Soal Makelar Tanah Pembayaran Pembebasan Lahan Normalisasi Ciliwung
-
Heru Budi Pastikan Pembayaran Lahan Normalisasi Ciliwung Tinggal Tunggu Verifikasi BPN
-
Dukung Restorasi Rumah Dinas Gubernur DKI Rp 22 Miliar, PKS: Biar Kantornya 24 Jam
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Bendera Gerindra Masih Mejeng di Flyover Jakarta, Satpol PP DKI: Berizin hingga 8 Februari
-
Ilusi Solusi Dua Negara dan Bahaya Langkah 'Sembrono' Indonesia di Board of Peace
-
Dasco: Partai Gerindra Ingin Hidup untuk 1000 Tahun
-
Muzani Pimpin Yel-yel di Senayan: Gerindra Menang, Prabowo Presiden, Presiden Dua Periode!
-
Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Tiba-Tiba Dinonaktifkan, DPR Soroti Dampak Fatal pada Pasien Gagal Ginjal
-
Siap-siap! Kejagung Bidik Mantan Bos BUMN Akal-akalan Usai Warning Keras Prabowo
-
Wamensos Salurkan Santunan Duka Korban Longsor Cisarua
-
Gegap Gempita Jakarta Sambut Imlek: Ada 'Kuda Raksasa' hingga Festival Barongsai di Sudirman-Thamrin
-
Wamensos Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras, Program Sekolah Rakyat Jadi Kunci?