Suara.com - Harga produk impor di Indonesia biasanya memang lebih mahal daripada produk lokal. Masalahnya banyak orang lebih memilih membeli produk impor karena dianggap lebih unggul meskipun harganya lebih mahal.
Tak banyak pula yang tahu bahwa produk impor yang dijual di Indonesia harganya lebih mahal dibanding yang dijual di negara asalnya.
Namun bule asal Swedia ini mengungkap betapa kesalnya ia mengetahui produk murah di negaranya malah dijual mahal di Indonesia.
Seperti yang diungkapkan influencer ber akun @fred_ajah di TikToknya. Ia memperlihatkan harga produk olahan susu yaitu keju di Indonesia yang harganya jauh lebih mahal dari yang dijual di negaranya.
“Harga produk-produk impor yang paling ngeselin aku,” tulisnya dalam video.
Ia pun menunjukkan produk olahan butter asal Swedia yang dijual di supermarket Indonesia dengan harga Rp 60 ribu. Ia pun terlihat geram dengan harganya.
“Ini lebih parah lagi, ini produk Swedia. Keju biasa aja di Swedia. Yang paling biasa di Swedia,” ujarnya.
Dan harga keju yang menurutnya biasa di Swedia itu dijual dengan harga Rp 80 ribu di Indonesia. Padahal di Swedia hanya Rp 20 ribu.
Menurutnya di Swedia produk tersebut paling murah karena paling tidak ada rasanya alias hambar.
Baca Juga: Menurut Bule Ini, Keuntungan Menikahi WNI Adalah Bisa Hemat Dan Dirawat
Berikutnya yang membuatnya heran adalah produk yoghurt. Ia pun heran harga yoghurt kecil di sini dihargai Rp 20 ribu. Padahal biasanya hanya Rp 5 ribu.
Seseorang di sebelahnya pun mengatakan bahwa yang mahal adalah pajaknya.
Warganet pun turut berkomentar di video bule ini.
“enak banget hidup di negara maju, penghasilan tinggi barang murah. Di Indo penghasilan kecil barang mahal,” ujar mr**
“Ya sama bae atuh kang. Dsni tempe 5rb disono hampir 6o rb,” ujar tya***
“Sama aja, pas kita di Swedia atau negara lain pas beli produk Indonesia juga mahal harganya,” ujar @biy***
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap