- Koalisi Masyarakat Sipil menyoroti keanggotaan Israel di Dewan Perdamaian (BoP) bentukan AS sejak 11 Februari, meningkatkan kerumitan kebijakan luar negeri Indonesia.
- Rencana pengiriman 5.000-8.000 pasukan TNI ke Gaza melalui mandat BoP dikhawatirkan tanpa dasar hukum internasional PBB.
- Koalisi mendesak Indonesia keluar dari BoP, membawa Netanyahu ke ICC, dan menindaklanjuti laporan Goldstone mengenai pelanggaran HAM Israel.
Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan menyoroti keputusan Israel yang resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 11 Februari lalu.
Perwakilam koalisi, Direktur Eksekutif Democratic Judicial Reform (DE JURE) Bhatara Ibnu Reza menyampaikan, keanggotaan Israel di BoP dinilai akan membuat kebijakan luar negeri Indonesia dan keterlibatannya dalam penyelesaian konflik Palestina semakin rumit.
Menurut Koalisi, masuknya Israel ke dalam BoP seharusnya menjadi sinyal bagi Indonesia untuk keluar dari keanggotaan tersebut.
"Karena tidak hanya tentang sikap diplomatik yang selama ini sudah ditegaskan oleh Indonesia, juga tentang muncul potensi keanggotaan Indonesia di BoP tersebut akan dijadikan legitimasi untuk mengabsahkan segala tindakan Israel kepada Palestina,” kata Bhatara dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
Koalisi juga menyoroti rencana pengiriman sekitar 5.000 hingga 8.000 pasukan perdamaian TNI ke Gaza untuk berkontribusi pada Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) yang diinisiasi oleh BoP.
Menurut mereka, situasi tersebut akan sangat rumit karena pengiriman pasukan mandat BoP berada di luar payung hukum internasional atau tidak mendapatkan mandat dari Dewan Keamanan PBB sebagai Pasukan Perdamaian PBB.
“Bantuan pasukan yang dikirimkan melalui ISF justru akan membuat Indonesia menjadi masalah sendiri dalam pusaran konflik Israel-Palestina-Hamas,” ujarnya.
Tak kalah yang jadi sorotan juga mengenai besarnya kontribusi Indonesia untuk BoP, baik secara finansial sebesar Rp16 triliun maupun kontribusi pasukan dalam ISF, menjadi rancu dengan situasi ekonomi Indonesia saat ini yanh dinilai masih dalam kesulitan ekonomi.
Lebih dari itu, sikap Indonesia yang terlalu condong ke Amerika Serikat melalui BoP juga berpotensi menjadi sulit untuk tetap tegas terhadap Israel yang seharusnya diproses melalui Hukum Pidana Internasional.
Baca Juga: DPR Soroti Rencana Presiden Kirim 8000 Pasukan TNI ke Gaza Berisiko dan Mahal
Atas dasar itu, Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan tiga sikap.
Pertama, Indonesia diminta segera menarik keanggotaan dari BoP untuk menegaskan posisi netral dalam relasi internasional sembari mencari strategi paling jitu untuk mengupayakan penyelesaian konflik Palestina-Israel.
Kedua, mendorong komunitas internasional untuk tetap menghormati hak asasi manusia dan prinsip hukum humaniter, serta membawa Netanyahu ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC).
Ketiga, sebagai Anggota dan Presiden Dewan HAM PBB, Pemerintah Indonesia diminta membuka kembali hasil Tim Pencari Fakta Dewan HAM PBB terkait pelanggaran HAM di Gaza yang dipimpin oleh Richard Joseph Goldstone, dikenal dengan Goldstone’s Report (A/HRC/12/48), sebagai bentuk pertanggungjawaban internasional atas pelanggaran HAM yang telah dilakukan Israel serta menindaklanjuti laporan tersebut sesuai mekanisme HAM internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!
-
Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza
-
Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania
-
Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!
-
WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!
-
Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack
-
Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut