- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai partisipasi Presiden Prabowo dalam Board of Peace strategis bagi amanat konstitusi.
- Indonesia harus mendorong penghentian kekerasan, solusi dua negara adil, dan pastikan hak Palestina pascakonflik.
- Keterlibatan dalam forum internasional ini merupakan diplomasi aktif untuk stabilitas global dan kepentingan nasional Indonesia.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, memberikan catatan penting terkait partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam forum internasional Board of Peace (BOP).
Ia menilai kehadiran Kepala Negara dalam forum tersebut merupakan langkah strategis untuk menjalankan amanat konstitusi dalam menjaga perdamaian dunia.
"Bagi Indonesia, sesuai dengan yang ditegaskan oleh Presiden Prabowo beberapa kali, kehadiran dalam forum Board of Peace harus dilihat sebagai peluang untuk memperkuat peran aktif kita dalam mendorong perdamaian dunia, sesuai amanat konstitusi. Setiap langkah diplomasi kita, tentu harus berpijak pada kepentingan nasional Indonesia sekaligus konsisten dengan komitmen historis kita terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina," ujar Sukamta kepada wartawan, Senin (16/2/2026).
Ia memaparkan ada tiga poin krusial yang diharapkan dapat disuarakan secara tegas oleh pemerintah Indonesia dalam rapat perdana forum tersebut.
Poin pertama berkaitan dengan perlindungan kemanusiaan.
"Pertama, mendorong penghentian segera seluruh bentuk kekerasan dan memastikan perlindungan maksimal bagi warga sipil Palestina. Stabilitas dan keamanan merupakan prasyarat utama bagi proses perdamaian yang berkelanjutan," tegasnya.
Selanjutnya, politisi senior ini menekankan pentingnya solusi politik yang adil bagi bangsa Palestina.
"Kedua, menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan penuh Palestina melalui solusi dua negara yang adil, bermartabat, dan sesuai dengan hukum internasional. Forum ini harus menjadi ruang untuk memperkuat komitmen tersebut," katanya.
Poin ketiga yang disoroti adalah mengenai masa depan pascakonflik.
Baca Juga: Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP
"Ketiga, memastikan bahwa setiap agenda rekonstruksi dan pemulihan pascakonflik berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan prinsip kedaulatan. Perdamaian yang kokoh harus dibangun di atas keadilan, bukan sekadar penghentian konflik sementara," imbuh Sukamta.
Lebih lanjut, Sukamta menilai keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari diplomasi aktif yang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas global dan nasional.
"Partisipasi Indonesia dalam forum ini merupakan bagian dari diplomasi aktif—kontribusi nyata untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih stabil dan berkeadilan. Dalam perspektif kepentingan nasional, stabilitas global yang berbasis hukum internasional juga berdampak langsung pada keamanan dan kepentingan Indonesia sendiri," jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kunjungan dan partisipasi Presiden Prabowo ini menjadi momentum kuat bagi posisi diplomasi Indonesia di mata dunia.
"Harapannya, pemerintah dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP
-
Prabowo Kumpulkan Purbaya hingga Airlangga di Hambalang Kemarin, Ternyata Ini Yang Dibahas
-
Perkara Rp75 Ribu Guru Telanjangi 22 Siswa, Komisi X DPR RI Desak Sanksi Tegas
-
Dasco Ungkap Pengusaha ASEAN Diculik, Indonesia Kini Jadi 'Surga' bagi Investor
-
Kapolres Bima Terjerat Narkoba, Ketua Komisi III DPR Dukung Penuh Polri: Tunjukkan Ketegasan!
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya