Suara.com - Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali menjadi perbincangan setelah video singkat dirinya mengendarai mobil adventure viral di media sosial.
Dalam video itu, terlihat kendaraan double cabin yang dikendarai AHY nampak kesulitan belok di jalan yang sempit. Pada video tersebut tertulis sang menteri berada di Cianjur, Jawa Barat.
"Hasil pengorbanan yang luar biasa," cuit akun X @ethadisaputra, Minggu (28/4/2024).
AHY mengendarai mobil adventure bernomor polisi B 41 terlihat menyapa warga. Kendaraan yang sudah dimodifikasi itu ditempel stiker bertuliskan logo Kementerian ATR/BPN dan inisial Ketua Umum Demokrat tersebut yakni AHY.
Unggahan itu mengundang reaksi beragam dari warganet. Tak sedikit dari mereka yang menyebut jika putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut berlebihan.
"Kenapa dia tuh alay banget ya, kyknya mau nunjukin bales dendam atas kekecewaanya sm Pak Anies dan pendukunya kalau "gw menang gt loh". Kalau mau jadi menteri mah dri dulu aja minta ke jokowi pasti dikasih asal gabung pemerintahan. Kirain gw dl levelnya bener2 pgn jadi cawapres," tulis netizen.
"Itu ngapain sih sebenarnya mobil urusan pertanahan dimodif spt mobil adventur gitu? Memangnya menteri mau ambil alih tugas inspektor lapangannya?" tanya warganet.
"Pak @TMCPoldaMetro mau tanya, apakah plat nomor menteri bisa dipindah pindah ke kendaraan lainnya ?" sahut yang lain.
Diketahui, Ketua Umum Demokrat AHY resmi dilantik menjabat Menteri ATR/BPN. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (21/2/2024).
Merapatnya AHY bersama Demokrat ke Jokowi mendapat sorotan tajam sejumlah. Bagaimana tidak, partai yang selama ini berada di luar pemerintahan akhirnya bersama di kabinet menteri.
Setelah dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi, akhirnya Demokrat bergabung di Kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya, partai berlambang mercy ini menjadi oposisi selama pemerintahan Jokowi.
Berita Terkait
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Pendidikan AHY Dikulik, Caranya Tanggapi Tragedi KRL Dinilai Lebih Bijak dari Menteri PPPA
-
Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah
-
AHY Bakal Selidiki Dugaan Gangguan Sinyal di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak