Suara.com - Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah sampaikan kritik pedas untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Fahri, PKS saat ini seperti tidak punya ideologi.
Kritik pedas dari Fahri ini berkaitan dengan rumor PKS akan berkoalisi dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Sekjen Gelora Mahfuz Sidik menolak secara tegas PKS bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran.
Menurut Mahfuz apabila PKS bergabung jadi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, maka akan menjadi sinyal pembelahan massa ideologisnya.
Baca juga:
"Jika sekarang PKS mau merapat karena alasan proses politik sudah selesai, apa segampang itu PKS bermain narasi ideologisnya? Apa kata pendukung fanatiknya? Sepertinya ada pembelahan sikap antara elite PKS dan massa pendukungnya," kata Mahfuz Sidik.
Sementara Fahri yang jadi bintang tamu di kanal Youtube Akbar Faizal menilai bahwa PKS tak punya ideologi jika mau bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Saya kira problem dari PKS itu karena sudah tak ada ideologinya," sebut Fahri seperti dikutip, Rabu (1/5).
Fahri menyoroti soal ketiadaan kader di PKS yang bisa mengusung ideologi mereka secara konsisten. Fahri menyebut di PKS saat ini yang ada hanya mesin partai dan petugas partai.
"Dan ideologi itu sudah tidak ada jubirnya. Makanya segampang itu bilang yah kita ikut dong, kira-kira begitulah. Karena sudah tidak ada (ideologi). Yang ada saat ini hanya mesin partai, petugas partai," sambung Fahri.
Baca Juga: Nikita Mirzani Bersyukur Ada Saksi Tindak Kekerasan Rizky Irmansyah, Tapi Kok Gak Lapor Polisi?
Baca juga:
Jika kemudian hal itu bisa membuat PKS dapat meraup suara di Pemilu, Fahri bilang karena memang banyak alasan partai dipilih oleh masyarakat.
"Ada karena pedagang, media, uang dan jaringan tradisional. Tapi jika bicara gagasan partai itu mewakili apa, (PKS) kesulitan untuk itu," jelas Fahri.
Fahri Hamzah lantas menjelaskan bahwa konstelasi politik di Pilpres 2024 ini sangat menarik karena kemudian tercipta tiga poros. Ada poros moderat yakni kubu paslon 02 yang memilih jalan kompromi dengan Jokowi.
"Lalu memciptakan dua ekstrim (poros), yakni ekstrim kiri diwakili PDIP yang sikapnya keras sampai sekarang dan ekstrim kanan. Kenapa kita tidak memperkuat pembelahan ini. Pembelahan yang saya maksud bukan emosional, tapi pembelahan ideologis,"
"Kenapa yang di kanan ini, yang dimotori teman-teman PKS menkonsolidasi gagasan kanan itu apa. Misalnya dia mengatakan partai Islam atau partai dakwah, itu apa? Coba rumuskan secara kuat dan juru bicarakan secara baik. Itu akan sangat besar gunanya bagi bangsa kita," papar Fahri Hamzah.
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Bersyukur Ada Saksi Tindak Kekerasan Rizky Irmansyah, Tapi Kok Gak Lapor Polisi?
-
Nikita Mirzani Awalnya Anggap Rizky Irmansyah Seperti Prabowo yang Hargai Perempuan, Nyatanya...
-
Prabowo Ucapkan Selamat Hari Buruh: Bersama-sama Berjuang Menuju Indonesia Emas
-
Cak Imin Terima Kasih ke Timnas AMIN yang Dibubarkan, Malah Disindir Gabung Koalisi
-
Bukan Sekadar Kasar, Nikita Mirzani Bongkar Alasan Lain Putus dari Rizky Irmansyah
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam