Suara.com - Beberapa waktu lalu sosok Bupati Pemalang Mansur Hidayat tuai sorotan setelah kedapatan menunggangi motor bodong ketika melakukan touring.
Kejadian itu diketahui ketika Mansur Hidayat bersama rombongan melakukan pengecekan kondisi air rob di Desa Blendung, Ulujami, Kabupaten Pemalang pada Sabtu (4/5/2024).
Siapa kira motor yang dikendarai Bupati Mansur Hidayat bersama istrinya ternyata menggunakan pelat merah milik pemerintah Kabupaten Pemalang yang diubah warna hitam.
Selain itu pelat bernomor G 6815 XD tersebut ketika dicek di aplikasi Sakpole milik Samsat Jawa Tengah ternyata belum memenuhi kewajiban wajib pajak.
Terbongkarnya kendaraan bodong yang dipakainya itu, Bupati Pemalang Mansur Hidayat pun ramai tuai sorotan di media sosial.
Usai ramai, sang bupati pun minta maaf dan telah melunasi wajib pajak yang urung terbayarkan.
Belakangan sorotan pun tak hanya soal tunggangannya yang memakai pelat bodong, tetapi juga dari harta kekayaan yang dimilikinya.
Bupati yang dilantik pada 9 Oktober 2023 lalu menggantikan Bupati sebelumnya yang terjerat kasus korupsi itu diketahui memiliki harta kekayaan hingga miliaran.
Berdasar hasil LHKPN KPK, Mansur Hidayat memiliki harta kekayaan sebanyak Rp1.680.020.082.
Baca Juga: Kekayaan Sri Indarti, Rektor Unri yang Polisikan Mahasiswanya
Dari jumlah itu, sebagian besar harta kekayaannya berupa tanah dan bangunan yang mencapai Rp1.191.435.000.
Yaitu tanah dan bangunan seluas 170 meter persegi/100 meter persegi di Pekanbaru hasil sendiri Rp546.000.000.
Tanah seluas 1.166 meter persegi di Pekanbaru hasil sendiri senilai Rp550.935.000.
Tanah seluas 600 meter persegi di Dumai hasil sendiri Rp94.500.000.
Untuk alat transportasi dan mesin nilainya Rp91.500.000 berupa satu unit mobil minibus Mobilio tahun 2014 hasil sendiri senilai Rp90.000.000.
Tapi yang mencolok dari rincian harta yang dilaporkan itu ada koleksi kendaraan motor berupa motor Honda Beat Scooter yang nilainya tak wajar yakni hanya sebesar Rp1.500.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sutiyoso Dorong Penertiban Tiang Monorel Senayan, DPRD Buka Opsi Alih Fungsi
-
Uji UU TNI di MK, Tim Advokasi Soroti Impunitas dan Ancaman Militerisme
-
Buku The Broken String Angkat Isu Child Grooming, Kemen PPPA: Ancaman Nyata bagi Anak
-
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Bidang Sosial dan Humaniora di Istana, Apa Tujuannya?
-
Hari Ini Hujan Sedang Diperkirakan Mengepung Jakarta
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia