Suara.com - Pegiat media sosial Dokter Tifa menyoroti siapa yang akan tinggal di ibu kota negara atau IKN Nusantara. Pasalnya, Presiden Joko Widodo diketahui akan tinggal di Solo, Jawa Tengah, setelah pensiun menjadi presiden pada Oktober mendatang.
Sementara itu, kata Dokter Tifa, Prabowo Subianto selaku presiden terpilih terlihat ogah-ogahan pindah ke IKN. Ia menyakini Prabowo bakal berkantor di Jakarta begitu dilantik menjadi Presiden RI ke-8.
Dokter Tifa tak cuma menyoroti Presiden Jokowi dan Prabowo. Ia juga mengkritik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang terlihat ogah-ogahan pindah ke IKN, dan lebih memilih tinggal di Jakarta.
"DPR ogah-ogahan pindah IKN, mau tetap di Jakarta. Prabowo ogah-ogahan pindah IKN, mau tetap di Jakarta," cuit Dokter Tifa dalam akun X miliknya seperti dikutip Suara.com, Senin (13/5/2024).
"Jokowi juga ogah-ogahan pindah IKN malah pilih mulih (pulang) ke Solo. Lha terus IKN iki dinggo sopo? (hla terus IKN ditinggali siapa?)" lanjut Dokter Tifa.
Cuitan Dokter Tifa mengenai siapa pemimpin yang akan tinggal di IKN langsung ramai disorot warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitan loyalis Anies Baswedan ini telah dibaca 130 ribu kali dan mendapatkan 4 ribu tanda suka.
Warganet juga membanjiri kolom komentar Dokter Tifa dengan beragam pendapat. Tak sedikit yang mengkritik kebijakan Presiden Jokowi dalam membangun IKN.
"Biar Gibran saja yang ke IKN," usul warganet.
"Untuk mas Sambul bu dokter, biar aman tidak mencemari," celetuk warganet.
Baca Juga: Gerindra Mau Revisi UU Kementerian Negara, Hasto PDIP Singgung Politik Akomodasi
"Daripada bangun IKN, lebih elok anggarannya untuk membangun infrastruktur jalan di seluruh wilayah Indonesia yang kondisinya masih banyak yang berlubang, tambal sulam, rusak dan tak layak dilintasi. Infrastruktur jalan yang baik membantu kelancaran distribusi barang dan jasa di daerah," saran warganet.
"Hahahaha sepertinya IKN bakal jadi bangunan terbengkalai kedepannya," komentar warganet.
"Prabowo aja ogah ke IKN malah nyuruh Gibran yang ngantor di sana, awokwokwok," tambah yang lain.
"Apakah menurut UU, presiden wajib dilantik di ibu kota negara? Katanya Jakarta sudah bukan DKI," tanya warganet.
"Yang penting dana cair proyek jalan dulu, cuan luber. Masalah ada yang mau dan gak mau tinggal di IKN urusan belakangan aja," sindir warganet.
Berita Terkait
-
Gerindra Mau Revisi UU Kementerian Negara, Hasto PDIP Singgung Politik Akomodasi
-
Pantas Dipuji Cantik Iriana, Intip Perawatan Kulit Aaliyah Massaid: Ada yang Tembus 2 Digit!
-
Bukan Manambah, Prabowo Justru Diminta Hapus Sejumlah Pos Kementerian
-
Adik Prabowo Bangun Pabrik Timah Demi Cuan Rp1,2 T, Wanita Ini Jadi Paling Beruntung
-
Dihujat Jadi Bridesmaid Mahalini, Paras Aaliyah Massaid Justru Dipuji Iriana Jokowi
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Viral Nenek Curi 16 Potong Pakaian di Tanah Abang, Ketahuan Usai Barang Jatuh dari Balik Gamis
-
Jelang Rakernas 2026, PDIP Terbitkan Instruksi Keras Larang Kader Korupsi
-
Bukan Hanya Soal Huntara, Ternyata Ini 4 Masalah Mendesak di Aceh Menurut Satgas Galapana DPR
-
8 Orang Termasuk Pegawai Pajak Diamankan saat KPK Gelar OTT di Jakarta
-
Skandal Pajak Jakut Terbongkar: OTT KPK Sita Gepokan Uang dan Valas, Oknum Pegawai Pajak Diringkus
-
Gelar Rapat Lagi di Aceh, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Serahkan Laporan Kordinasi ke Pemerintah
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus