Suara.com - Pelaku pemalakan berkedok meminta tarif parkir di sekitaran Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, bernama Ahmad Bakri alias AB cuma bisa menunduk saat digiring polisi.
Bakri juga tidak banyak bicara seperti saat beraksi meminta uang sebesar Rp 150 ribu kepada para pengunjung yang saat itu bersama rombongan menggunakan bus wisata.
Kepada petugas ia mengklaim uang hasil malak pengendara dengan modus bayar parkir tidak disetorkan kepada siapapun. Uang hasil parkirnya hanya dibagikan kepada kelompok mereka.
“Gak ada, pribadi saja. Bagi-bagi saja, iya gak ada pak kita cuma bebagi saja,” kata Bakri saat di pelataran Masjid Istiqlal, Senin (13/5/2024).
Bakri yang terbukti positif menggunakan narkotika jenis metafetamin ini masih mengklaim jika hasil parkir yang ia terima setelah dibagi rata bersama rekannya dipergunakan untuk makan.
“Buat makan sehari-hari pak,” ucapnya.
Diciduk Polisi
Sebelumnya AB dan J diringkus polisi usai videonya viral saat terekam sedang melakukan pemeresan dengan cara meminta uang parkir kepada sopir bus yang saat itu sedang membawa para wisatawan untuk berkunjung ke Masjid Istiqlal, pada Kamis (18/4) sekira pukul 04.00 WIB.
Sopir bus yang keberatan dengan tarif yang ditentukan secara sepihak kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak penanggungjawab rombongan.
Baca Juga: Viral Tarif Parkir Liar di Masjid Istiqlal Rp150 Ribu, Jukir Raih Rp45 Juta Per Hari?
Setelahnya penanggungjawab rombongan melalukan protes terhadap para juru parkir ini sembari divideokan.
Video tersebut kemudian diunggah ke media sosial hingga viral pada Minggu (12/5/2024) kemarin, meski kejadian ini sudah terjadi pada bulan April lalu.
Pihak kepolisian mengaku tidak bisa menjebloskan kedua pelaku ke penjara lantaran kurangnya barang bukti.
Namun, keduanya dijerat dengan kasus penyalahgunaan narkotika lantaran saat dicek urin keduanya positif menggunakan narkotika jenis metafetamin.
Selain itu, pelaku J juga dijerat dengan Pasal 363 KUHP, tentang Pencurian dengan Pemberatan lantaran pada Kamis (9/5) kemarin dirinya terbukti melakukan pencurian barang berharga, di dalam bus yang ia parkirkan.
Berita Terkait
-
Bahu Jalan di Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Diusulkan Jadi Kantong Parkir, Ini Alasannya
-
Janji 'Sikat Habis' Jukir Liar, Dishub DKI Minta Ini ke Pengelola Minimarket
-
Viral Tarif Parkir Liar di Masjid Istiqlal Rp150 Ribu, Jukir Raih Rp45 Juta Per Hari?
-
Parkir Liar di Minimarket Akan Ditertibkan, Pemprov DKI Segera Bahas Pekerjaan Buat Jukir
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21
-
Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka