Suara.com - Otoritas Singapura meningkatkan langkah-langkah keamanan menyusul serangan terhadap kantor polisi di Malaysia. Serangan tersebut, yang menewaskan dua polisi Malaysia, dilakukan oleh seorang pria yang diduga terkait dengan kelompok Jemaah Islamiyah (JI).
Pada Jumat (17/5/2024), dua petugas polisi tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan seorang pria bersenjatakan parang yang menyerang kantor polisi di Johor, Malaysia. Pelaku serangan, yang ayahnya merupakan anggota JI yang berbasis di Asia Tenggara, ditembak mati oleh polisi yang terluka.
Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, yang baru dilantik, menyatakan bahwa serangan tersebut menjadi pengingat serius bahwa ancaman terorisme masih tinggi.
Wong menambahkan bahwa Singapura telah meningkatkan langkah-langkah keamanan, termasuk di pos pemeriksaan, dan mendesak masyarakat untuk segera melaporkan setiap orang atau aktivitas yang mencurigakan.
Ia juga menegaskan, pihak keamanan negaranya terus memantau perkembangan keamanan global dan regional dengan cermat, seperti yang dikutip dari AFP pada Rabu (22/5/2024).
Sebelumnya, polisi Malaysia telah menggerebek rumah tersangka penyerangan kantor polisi di Johor tersebut dan menangkap lima orang, termasuk ayahnya yang berusia 62 tahun, yang merupakan anggota JI.
Sebagai informasi, Jamaah Islamiyah (JI) adalah kelompok ekstremis Islam di Indonesia yang dikenal dengan tujuan mendirikan negara Islam besar di Asia Tenggara.
Menurut laman Center for International Security and Cooperation (CISAC) Stanford University, Jamaah Islamiyah merupakan cabang dari organisasi Darul Islam (DI). Kelompok ini diperkirakan terbentuk menjadi organisasi resmi pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an.
JI yang terkait dengan jaringan Al Qaeda, disebut-sebut sebagai dalang serangkaian serangan bom mematikan di wilayah Asia Tenggara, termasuk pemboman tahun 2002 di Bali, Indonesia yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.
Baca Juga: Melaju ke Babak Utama Malaysia Masters 2024, Shesar akan Hadapi Antonsen
Berita Terkait
-
Jadwal Indonesia di Malaysia Masters 2024 Hari Ini: 11 Wakil Tampil di 32 Besar
-
Dian Sastro Membintangi 'The Fox King', Film Kolaborasi Malaysia-Indonesia
-
Viral Sekelompok Anak Muda di Malaysia Santai Masak Mi Instan di Pom Bensin, Berakhir Ditangkap Polisi!
-
Hasil Malaysia Masters 2024: Sabar/Reza Kandas Dikalahkan Astrup/Rasmussen
-
Melaju ke Babak Utama Malaysia Masters 2024, Shesar akan Hadapi Antonsen
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!
-
Kapolri Tegaskan Dukung Penuh Kesejahteraan Buruh: Ini Janji Listyo Sigit untuk Kaum Pekerja!
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
-
IHR: Ndarboy Terkejut! IHR Jateng Derby 2026 Diserbu 37.000 Penonton
-
Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
-
Anggota DPR Dorong 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK Demi Keadilan Pendidikan
-
Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing
-
Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara
-
Siapa Aipda Dianita Agustina? Polwan yang Terseret Skandal Koper Narkoba AKBP Didik Putra Kuncoro