Darmiyati bercerita bahwa sebelum meninggal, Devi sempat tidak enak badan dan meminta dikeroki. Namun, Darmiyati mengaku menolak permintaan anaknya karena baru pulang bekerja dan masih lelah.
"Anak saya sempat minta kerok, ngakunya gak enak badan, terus kelaparan," ucap Darmiyati saat ditemui di rumah duka pada Selasa (28/5/2024).
Sempat pamit beli kopi
Korban sempat berpamitan kepada sang ibu untuk membeli kopi pada Sabtu (25/7/2024) malam. Namun sejak pamit, Devi tidak pernah muncul lagi di hadapan sang ibu.
Darmiyati pun sempat mengira sang anak pergi ke curug bersama teman-temannya dan tidak pulang ke rumah. Namun kecurigaan muncul setelah Devi tak pulang selama 2 hari.
Dapat laporan dari warga atas penemuan jasad di toren
Dua hari setelah kepergian Devi dari rumah, Darmiyati mendapat laporan dari warga atas penemuan jasad di toren sekitar rumahnya. Warga sempat mencurigai bahwa jasad tersebut adalah Devi, putra Darmiyati.
Warga pun mencoba memastikan kepada Darmiyati apakah jasad tersebut adalah anaknya. Namun, keadaan jasad Devi yang sudah membengkak membuat Darmiyati kesulitan mengetahui apakah jasad tersebut adalah benar putranya.
Darmiyati kini mencoba menghubungi kakak-kakak Devi demi memastikan jasad itu adalah anaknya. Akhirnya setelah dipastikan jasad itu adalah anaknya, Darmiyati langsung menangis histeris.
Baca Juga: Misteri Pria Bertato Bunga Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Toren Air di Tangsel
Polisi masih selidiki penyebab kematian
Kasus penemuan jasad di toren ini kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Jasad Devi juga sudah dibawa ke RS Kramat Jati demi mengungkap penyebab kematiannya.
Keluarga korban curiga Devi dibunuh lantaran melihat ada memar-memar di bagian tubuhnya. Kendati demikian, polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.
Hasil autopsi
Sementara itu, hasil autopsi yang dilakukan pihak rumah sakit mengungkap korban meninggal karena tenggelam. Hasil autopsi juga mengungkap bahwa korban masih hidup saat terendam air di toren, hingga akhirnya kehabisan napas.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Misteri Pria Bertato Bunga Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Toren Air di Tangsel
-
Geger Mayat Dalam Toren di Pondok Aren, Pengakuan Penghuni Rumah: Air Berbusa dan Bau
-
Ahmad Warga Cakung Ditemukan Tewas di Pinggir Kali Pulogadung Jaktim, Korban Pembunuhan?
-
Alasan Pedagang Soto Ikut Bantu Pembunuhan Bos Warung Madura Di Pamulang, Kesal Tak Dikasih Utang Rokok
-
Mayat Omnya Dibungkus Sarung Lalu Dibuang, Motif Ponakan Bunuh Bos Warung Madura: Kesal Kerap Dicap Males Kerja
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Langit Mencekam! Rudal Kiamat Iran Gempur Israel, Kilang Minyak Meledak
-
Penetapan Tersangka Baru Kasus Haji Patahkan Klaim Yaqut Tak Terima Uang
-
MBG Dibagikan Lagi, BGN Ancam Suspend SPPG yang Mark Up Bahan Baku: Gila-gilaan, Langsung Disanksi
-
Pesan Haru Keluarga Andrie Yunus di DPR: Orang Lampung Itu Pelampung Penyelamat Demokrasi
-
Setahun Prabowo: Deforestasi Melonjak, Potensi 'Juara Dunia' Hutan Gundul
-
TAUD: Belasan Orang Terlibat Operasi Intelijen Serang Aktivis KontraS
-
Curhat Terakhir Praka Farizal Sebelum Gugur: Ungkap Situasi Lebanon Mencekam, Sering Masuk Bunker
-
KontraS Kritik Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke Puspom TNI: Berpotensi Ada Manipulasi Hukum
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Pasukan Segera Ditarik Pulang
-
KPK Ungkap Aliran Dana USD 406 Ribu Kepada Gus Alex di Kasus Korupsi Kuota Haji