News / Nasional
Kamis, 06 Juni 2024 | 20:32 WIB
Bukan Aksi Memata-matai Terkait Densus Kuntit Jampidsus, Kejagung Ungkap Pemilik Drone yang Ditembak Jatuh. (Suara.com/M Yasir)

Suara.com - Kejaksaan Agung RI membenarkan soal penembakan pesawat nir awak alias drone dalam rangkaian penguntitan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Kepala Pusat Penerangan Umum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana mengatakan, aksi ini bukan kali pertama.

“Kejadian itu fakta atau benar adanya dan bukan yang pertama kalinya terjadi,” kata Ketut, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/6/2024).

Ketut menyebut, pihak keamanan dalam (Pamdal) Kejagung menembak jatuh drone yang terbang liar atau berputar di sekitar lapangan upacara yang berada di dekat area konstruksi pembangunan Gedung Bundar Jampidsus.

Ketut menyampaikan, setelah dilakukan pendalaman ternyata drone yang ditembak jatuh merupakan milik komunitas penerbang drone.

Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta, Senin (24/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Dikendalikan dari area sekitar Taman Literasi Blok M yang berada di depan Gedung Utama Kejagung,” jelasnya.

Ketut membantah, jika drone yang ditembak jatuh bukan sedang memata-matai kegiatan di dalam Kejagung.

“Tidak benar jika drone tersebut melintas untuk memata-matai dan dikendalikan oleh pihak atau instansi mana pun yang berkepentingan,” ucapnya.

“Apalagi dikaitkan dengan upaya intervensi terhadap salah satu perkara yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung,” tambahnya menandaskan.

Baca Juga: Soal Kejagung Tembak Jatuh Drone Misterius, Habiburokhman Minta Semua Kepala Dingin: Jangan Emosi Berbasis Asumsi!

Jampidsus Dikuntit Densus 88

Sebelumnya, Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah dikuntit oleh dua orang yang diduga sebagai anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. 

Satu di antaranya tertangkap basah saat mengungit Febrie yang tengah makan malam di salah satu restoran Prancis di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/5/2024) lalu.

Sosok diduga anggota Densus 88 yang diamankan saat kuntit Jampidsus Kejagung. [undercover.id/Instagram]

Buntut dari peristiwa ini, keesokan harinya Kejaksaan Agung digeruduk oleh kendaraan taktis (rantis) di belakang kendaraan tersebut, ada juga pasukan yang menggunakan motor trail dengan personel lengkap membawa senjata laras panjang, pada Senin (20/5/2024).

Keesokan harinya, Kejaksaan Agung mendapat tamu, dari pesawat tanpa awak alias drone. Namun belum diketahui siapa pihak yang mengoperasikan drone tersebut.

Pada malamnya, Kejagung kembali disambangi oleh 4 buah mobil hitam yang diduga milik Brimob. Keempat mobil tersebut kompak menyalakan strobo dan beberapa kali mobil tersebut juga membunyikannya.

Load More