Suara.com - Operasi militer Israel yang meluluhlantakan Gaza menjadi momok menakutkan bagi warga Palestina dalam beberapa waktu terakhir. Hampir 2,3 juta penduduk yang tinggal di Jalur Gaza kehilangan rumah.
Akibatnya sebagian besar Warga Gaza memilih berdesakan tinggal di tenda-tenda pengungsian. Tak hanya itu, mereka juga harus berjuang untuk mendapat sedikit makanan dan barang-barang yang ada di pasar-pasar jalanan di tengah reruntuhan.
Di balik keputusasaan sebagian besar Warga Gaza, nampaknya masih ada secercah harapan untuk membantu sedikit perekonomian di wilayah tersebut.
Adalah Omar Samer Shaat, penguasa Palestina, yang berusaha mengumpulkan warga dan pekerja untuk tetap membantu perekonomian di wilayah tersebut. Ia berinisiasi membuka pabrik konveksi seadanya di balik tembok bangunan di wilayah Gaza yang hancur.
Suara mesin jahit yang berputar di tengah hiruk pikuk pekerja dalam ruang sesak tak henti-hentinya terdengar dari ruang atas.
"Saya membuka pabrik ini untuk para pengungsi, sehingga mereka bisa bekerja dan saya bisa menciptakan lapangan kerja untuk (mereka)," kata Omar seperti dikutip Gulftimes.
Omar Samer sebelumnya memiliki pabrik konveksi di Rafah. Sayang, pabriknya menjadi sasaran bombardir rudal Israel yang menyasar bangunan apa pun di Kawasan Gaza Selatan.
Meski reruntugan bangunan pabriknya kini tinggal kenangan, Omar berusah mengais sejumlah benda yang masih berfungsi untuk bisa terus memroduksi pakaian. Alhasil, mesin, kain, benang dan bahan lainnya yang masih utuh berhasil diambilnya.
Sejak itu, ia memutuskan untuk memulai bengkel baru di dekat Khan Younis. Tak hanya itu, ia juga menawarkan pekerjaan kepada penjahit yang terpaksa mengungsi akibat pertempuran.
Baca Juga: Tahanan Palestina Tewas Disiksa di Penjara Israel, Direktur RS Al-Shifa Bersaksi
Dalam pabrik seadanya, para pekerja melakukan pekerjaannya di meja dengan penerangan bola lampu yang digantung di langit-langit. Pakaian diletakkan dengan hati-hati di lantai, dengan gunting dan benang di dekat tangan.
Keterbatasan warga untuk mendapat pakaian kian menjadi tatkala Israel memberlakukan pengepungan ketat di Gaza pada awal konflik. Negeri zionis itu hanya mengizinkan masuknya sejumlah pasokan kemanusiaan. Alhasil, barang-barang biasa seperti pakaian menjadi terbatas.
"Penyeberangan perbatasan telah ditutup selama beberapa waktu. Pakaian siap pakai tidak masuk. Begitu pula dengan kain atau apa pun. Kami memutuskan untuk membuka pabrik ini di rumah kumuh ini agar bisa berproduksi untuk masyarakat," katanya.
Seorang penjahit di pabrik tersebut, Sami Hassouna memgaku terpaksa tinggalkan rumahnya dan berlindung di kawasan dekat Universitas Al-Aqsa sekitar satu jam perjalanan.
"Kami mengambil mesin, kain dan jarum, semuanya kami ambil dari bawah reruntuhan. Tapi kita butuh kesinambungan dan ini perlu masuknya bahan baku baru," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang