Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI fraksi PDIP, Johan Budi, meminta Polri tetap mengusut tuntas siapa pelaku sebenarnya kasus pembunuhan Vina di Cirebon, Jawa Barat.
Pasalnya Pegi Setiawan orang yang sebelummya ditetapkan sebagai tersangka baru di kasus tersebut menangi Praperadilan dan dinyatakan bebas.
"Menurut saya Polri harus tetap mengusut kasus ini dengan tuntas siapa sebenarnya pembunuh Vina dan Eky," kata Johan kepada Suara.com, Senin (8/7/2024).
Saat ditanya apakah orang-orang yang sudah ditangkap dan menjalani hukuman di kasus tersebut perlu juga mengajukan proses gugatan seperti Pegi Setiawan, Johan mengatakan, hal itu dikembalikan kepada masing-masing pihak.
"Nah, mengenai apakah perlu diusut kembali atau tidak yang keputusan pengadilan yang itu yang sebelumnya saya kira itu tergantung pihak-pihak yang sudah diputus oleh pengadilan waktu itu gitu," ungkap mantan Juru Bicara KPK itu.
Yang terpenting, kata dia, Polri tak boleh berdiam diri. Menurutnya, penyelidikan harus tetap dilanjutkan agar ada titik terang.
"Bagi saya yang penting adalah sekarang ini Polri meneruskan proses penyelidikan penyelidikan untuk menemukan pelaku yang siapa pelaku yang sebenarnya gitu atau yang diduga sebagai pelaku pada peristiwa 6 tahun yang lalu gitu," katanya.
"Buat saya sih yang penting itu sehingga ditemukan kasusnya menjadi terang dan apa namanya pelaku apa terhadap pembunuhan pembunuhan Vina dan juga Eky itu bisa tertangkap dan keluarga Vina maupun keluarga Eky juga mendapat keadilan gitu," sambungnya.
Pegi Setiawan Menang Praperadilan
Baca Juga: Sudah Ditebak, Pengacara Vina Cirebon Sebut Polda Jabar Ceroboh Tetapkan Pegi Setiawan Tersangka
Sebelumnya, PN Bandung menerima permohonan praperadilan Pegi Setiawan terkait status penetapan sebagai tersangka oleh Polda Jabar dengan registrasi nomor perkara 10/Pid.Pra/2024/PN Bdg.
Hakim tunggal Eman Sulaeman dalam sidang putusan di PN Bandung, Jabar, Senin (8/7), menyatakan penetapan Pegi Setiawan sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Rizky (2016) oleh Polda Jabar tidak sesuai dengan prosedur dan tidak sah menurut hukum yang berlaku.
Dengan putusan tersebut, hakim juga memerintahkan kepada termohon, yakni Polda Jabar, untuk menghentikan penyidikan hingga membebaskan Pegi Setiawan dari penjara serta memulihkan harkat dan martabatnya seperti semula.
Tag
Berita Terkait
-
Sudah Ditebak, Pengacara Vina Cirebon Sebut Polda Jabar Ceroboh Tetapkan Pegi Setiawan Tersangka
-
Pegi Setiawan Menang Praperadilan, Mabes Polri ke Polda Jabar: Segera Tindaklanjuti Putusan Hakim!
-
Keok di Sidang Praperadilan, Polda Jabar Segera Bebaskan Pegi Setiawan: Kami Patuhi Putusan Pengadilan
-
Ungkap Kejanggalan Kasus Vina Cirebon, Pengacara Tantang Polisi di Sidang Praperadilan: Bebaskan Pegi Setiawan!
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana