Suara.com - Penggusuran Kantor Pusat Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) berdampak luas.
Ketua Pengurus Nasional PKBI Ichsan Malik menyampaikan bahwa pihaknya kemungkinan akan batal eksis di ajang International Planned Parenthood Federation (IPPF) atau Federasi Keluarga Berencana Internasional karena kantor pusatnya digusur.
Komite IPPF akan mengadakan pertemuan di Bali dengan dihadiri sampai 129 negara. Salah satu rencana kegiatan seharusnya federasi tersebut turut berkunjung ke kantor pusat PKBI yang ada di Jalan Hang Jebat III/F, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"PKBI juga anggota dari International Planned Parenthood Federation. Kebetulan tahun depan kita akan general assembly akan akan diadakan di Indonesia, 129 negara. Rencananya mereka akan melihat kantor PKBI, tapi ya rencana itu nampaknya tidak akan terjadi karena kantornya sudah diokupasi oleh Depkes," tutur Ichsan kepada Suara.com, dihubungi Kamis (11/7/2024).
Penggusuran kantor PKBI dilakukan oleh sekitar 100 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turut dijaga puluhan aparat TNI-Polri, pada Rabu (10/7/2024) lalu.
Penggusuran tersebut dikatakan sebagai upaya penertiban aset pemerintah berdasar Peraturan Gubernur (Pergub) DKI No 207 Tahun 2016 karena lahan itu disebut milik Kementerian Kesehatan.
Namun, Ichsan menegaskan kalau isi dari Pergub tersebut bersifat nonexecutable atau tidak dapat dieksekusi.
"Itu dikatakan oleh hakim (Pengadilan Negeri Jakarta Selatan)," ujarnya.
Meski kantor pusatnya digusur, Ichsan berharap, 180 kantor cabang PKBI di 25 Provinsi dapat melanjutkan program terkait KB maupun kesehatan lainnya tetap berjalan seperti biasa.
Baca Juga: Curhat Dokumen Penting Raib Gegara Kantor Digusur, PKBI: Kami Diusir, Dianggap Tak Ada!
Meski tengah berseteru dengan Pemkot Jaksel dan Kemenkes terkait kepemilikan lahan tersebut, Ichsan menyampaikan pihaknya juga memiliki hubungan baik dengan stakeholder lain di pemerintah.
Dalam menjalankan program terkait kesehatan, PKBI di berbagai daerah banyak bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta Departemen Kesehatan.
"Kami berkonsolidasi dengan BKKBN, kemudian paling tidak di daerah itu kerjasama dengan Depkes. Jadi tidak ada masalah di daerah juga. Hanya dengan Menteri dan Sekjen Kemenkes saja kita bermasalah, tapi di daerah lain sebetulnya tidak bermasalah karena mereka dan kita sudah lama bekerja sama," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah