Suara.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akhirnya menyepakati untuk membawa pembahasan mengenai Tata Tertib (tatib) DPD RI ke rapat paripurna selanjutnya. Pasalnya rapat paripurna DPD RI yang digelar hari ini sempat diwarnai kericuhan.
Adapun kesepakatan itu diambil lantaran dalam perjalanan persetujuan tatib DPD RI justru menuai kericuhan senator dalam rapat di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2024).
“Agar di sidang paripurna yang ke depan, hasil kerja dari harmonisasi dalam hal ini PPU memanfaatkan waktu yang ada karena semakin mepet sehingga diharapkan periode kedepan sidang paripurna (tatib) sudah bisa kami setujui,” kata Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dalam rapat.
Usai rapat, Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menjelaskan bahwa Rapat Paripurna DPD RI sempat alami kericuhan ditenggarai berbagai hal.
"Nah yang tadi kita perdebatkan itu adalah tatib salah satunya ya, itu yang paling dinamikanya tinggi. Kenapa? Karena tatib inilah yang akan mengatur seluruh gerak langkah lembaga," kata Sultan.
"Makanya, ketika begitu banyak usulan aspirasi dinamika yang memang belum ketemu belum ideal, makanya tadi sepertinya begitu banyak masukan-masukan, tapi di ujung dinamika tadi, mungkin agak tinggi bahwa di ujung ketemu, bahwa memang kita tetap ada rule of the game-nya ada aturan mainnya ada tatib kita sendiri yang sedang kita ubah," sambungnya.
Usai terjadi ricuh, Sultan menyampaikan, para senator menyepakati perlu adanya harmonisasi kembali soal tatib DPD RI.
"Nah diharmonisasi inilah nanti oleh ketua PPU dan teman-teman yang akan memastikan bahwa tatib DPD ri itu adalah tatib yang tidak melanggar aturan-aturan lain. Apalagi aturan-aturan di atasnya. Yaitu apa? Ada UU MD3, yang lebih tinggi lagi adalah konstitusi. Karena ketika itu terjadi pasti cepat atau lambat tatib itu sendiri akan berpotensi keliru atau melanggar hukum," katanya.
Sultan mengakui jika dalam rapat para senator meributkan mengenai pasal dalam tatib soal komposisi pimpinan DPD RI untuk periode depan.
Baca Juga: Rapat Paripurna DPD RI Ricuh, Senator Ini Malah Bernyanyi: Hai Seluruh Umat Tuhan Bertaubatlah!
"Nah memang salah satu di antara sekian banyak masalah atau pasal-pasal yang diperdebatkan secara dinamis itu yaitu pasal ketika muncul di proses pemilihan pimpinan. Nah di situ ya tentu ada kepentingan dan itu wajar-wajar saja karena ini lembaga politik," katanya.
"Tapi lagi-lagi sebagai pimpinan dan semua anggota harus memastikan bahwa termasuk pun urusan proses pemilihan pimpinan ini harus berjalan sesuai dengan aturan main, fair play, tidak melanggar autran diatasnya dan itu berlaku untuk semua itu yang paling penting," katanya.
Ricuh
Sebelumnya diberitakan, Rapat Paripurna DPD RI masa sidang ke-10 tahun 2023-2024 yang dihelat di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (12/7/2024) mengalami kericuhan. Aksi saling dorong terjadi, rapat pun akhirnya diskor.
Berdasarkan pantauan Suara.com, rapat awalnya rapat salah satunya membahas persoalan perubahan Tatib DPD RI untuk mengakomodasi sejumlah hal salah satunya soal mekanisme penentuan paket pimpinan DPD RI periode depan.
Pembacaan perubahan Tatib DPD RI ini kemudian dibacakan isinya dalam rapat oleh Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti yang bertindak sebagai pimpinan rapat.
Berita Terkait
-
Rapat Paripurna DPD RI Ricuh, Senator Ini Malah Bernyanyi: Hai Seluruh Umat Tuhan Bertaubatlah!
-
Rapat DPD RI Panas! La Nyalla Dicap Otoriter Gegara Matikan Mic Senator: Forum Terhormat Jangan Ada Baku Hantam!
-
Rapat Paripurna DPD Ricuh, La Nyalla Diteriaki Otoriter, Senator Dorong-dorongan Rebut Palu Sidang
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas