Suara.com - Sebuah akun di media sosial Facebook dengan nama “Bunda Kabari” mengklaim bahwa tepung sagu dapat mengatasi penyakit asam lambung.
“Jangan panik jika asam lambung naik simak vidionya ini” narasi dalam video tersebut.
Video yang dibagikan menunjukkan langkah-langkah untuk membuat ramuan tepung sagu yang diklaim bermanfaat untuk lambung.
"Pertama-tama siapkan satu buah gelas, kemudian tambahkan dua sendok makan tepung sagu. Kemudian tambahkan air matang dingin, jangan gunakan air hangat," keterangan dalam video tersebut.
"Selanjutnya kita bisa menambahkan satu sendok makan madu murni. Jika tidak ada madu, anda bisa menambahkan gula aren murni," lanjutnya.
“Bunda Kabari” mengklaim bahwa tepung sagu dapat digunakan untuk mengatasi penyakit asam lambung.
Namun, apakah benar bahwa tepung sagu dapat mengatasi asam lambung?
Menurut dokter Tirtawati Wijaya, seperti dilaporkan oleh Alodokter, penggunaan tepung sagu untuk mengatasi penyakit asam lambung belum memiliki dasar penelitian yang luas.
Dokter Tirtawati menjelaskan bahwa klaim ini hanya berdasarkan testimoni anekdotal, bukan dari penelitian ilmiah yang dapat dipercaya.
Baca Juga: CEK FAKTA: RANS Entertainment Bikin Giveaway Senilai Rp50 Juta dengan Tebak Kata
Dr. Tirta lantas merekomendasikan beberapa tindakan yang terbukti efektif dalam mengatasi penyakit asam lambung, seperti mengatur pola makan dengan porsi lebih kecil dan frekuensi lebih sering, menghindari asap rokok (baik sebagai perokok aktif maupun pasif), dan menghindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat di area lambung dan perut.
Kesimpulan: Berdasarkan penjelasan dokter Tirtawati Wijaya, klaim bahwa tepung sagu dapat mengatasi penyakit asam lambung adalah tidak benar dan tidak didukung oleh bukti ilmiah yang memadai.
Rekomendasi penggunaan tepung sagu untuk tujuan medis seperti ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi atau testimonial, bukan dari studi yang dapat diverifikasi secara ilmiah.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: RANS Entertainment Bikin Giveaway Senilai Rp50 Juta dengan Tebak Kata
-
CEK FAKTA: Lahir di Pesawat, Pria Ini Ngaku Dapat Hadiah Istimewa Gratis Naik Pesawat Garuda Seumur Hidup
-
CEK FAKTA: Muncul Foto 'Lubang Peluru' di Jas Donald Trump, Benarkah Tertembak di Dada?
-
CEK FAKTA: Benarkah Budi Arie Setiadi Bagikan Link Judi Online di Facebook?
-
Cek Fakta: Kapolda Jabar Terancam Gegara Kasus Pegi, Benarkah?
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili