Suara.com - Mantan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany bulat bertekad maju Pilgub Banten 2024. Dia mendapat modal dukungan dari Partai Golkar.
Selain Golkar, PDIP juga disebut-sebut akan mengusung politikus kelahiran Banjar, Jawa Barat tersebut.
Ramai diberitakan, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus memberi sinyal akan berkoalisi dengan Partai Golkar di Pilgub Banten. Hal itu diungkapkan saat diwawancarai awak media di kawasan Kawasan SCBD , Jakarta Selatan pada Rabu (31/7/2024) petang.
PDIP dan Golkar sama-sama memiliki 14 kursi di parlemen hasi Pemilu 2024. Dengan jumlah tersebut sudah cukup untuk mengusung bakal pasangan calon di Pilkada 2024. Sementara itu, batas minimal yang harus dikantongi ialah 20 kursi.
Artinya, jalan Airin Rachmi Diany untuk maju di Pilgub Banten semakin mulus.
Karier Airin Rachmi Diany di dunia politik makin moncer saat maju sebagai Calon Wali Kota Tangerang Selatan. Dia terpilih di dua periode, yakni 2011-2016 dan 2016-2021.
Dia sempat mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI melalui Partai Golkar di Pileg 2024. Airin memperoleh suara terbanyak secara nasional.
Lantas seperti apa profil dan latar belakang Airin Rachmi Diany? Berikut ulasannya.
Profil dan Jejak Karier Airin Rachmi Diany
Baca Juga: Pastikan Lawan Bobby di Pilgub Sumut, Edy Rahmayadi Ternyata Sudah Bertemu dengan Elite PDIP
Airin lahir di Banjar, Jawa Barat pada 28 Agustus 1976. Dia merupakan putri pasangan Anwar Martadiharja dan Aisyah.
Latar belakangnya pendidikannya ilmu hukum. Airin tercatat lulusan Universitas Parahyangan Bandung (1995-1999) program Hukum. Kemudian menempuh pendidikan Spesialis Satu (SP-1) Program Studi Notariat di Universitas Padjadjaran Bandung (2000-2002).
Gelar magisternya diraih di Universitas Padjadjaran Bandung, Program Studi Ilmu Hukum Bisnis (2003-2005).
Airin pernah mengikuti kontes Puteri Indonesia tahun 1966. Dalam ajang kecantikan tersebut, dia berhasil meraih gelar Puteri Indonesia Favorit dan Puteri Indonesia Pariwisata.
Sebelum terjun di dunia politik, Airin lebih dulu berprofesi sebagai notaris. Dia memulai karir sebagai Asisten Notaris Kantor Notaris Imas Tarwiyah, SH, MH.
Airin juga aktif berorganisasi sehingga ia memiliki banyak relasi di berbagai bidang. Ia pernah menjadi Ketua PMI kota Tangsel, Wakil Ketua KPAID kota Tangsel, Dewan Pembina Pramuka Kota Tangsel dan masih banyak lagi.
Dia kemudian menikah dengan Tubagus Chaeri Wardana. Keduanya dikaruniai dua orang anak yakni Ghefira Marhamah Wardana dan Ghifari Al Chusaeri Wardana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Potret Masalah Pangan Jakarta Jelang Ramadan, Apa Saja?
-
Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi, Istri H.M Kunang Dicecar KPK Soal Pertemuan dengan Pengusaha Sarjan
-
Jaga Stabilitas Harga Daging Jelang Ramadan di Jakarta, Dharma Jaya Impor Ratusan Sapi
-
Santunan Korban Bencana Sumatra Disalurkan, Mensos Sebut Hampir Seribu Ahli Waris Terbantu
-
PDIP Sebut 100 Persen Warga Indonesia Bisa Mendapatkan BPJS Gratis, Begini Kalkulasinya
-
Adu Mulut Menteri Keuangan dan Menteri KKP Bikin PDIP Geram: Jangan Rusak Kepercayaan Pasar!
-
Wamensos Agus Jabo Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Korban Penganiayaan di Cengkareng Kini Dilaporkan Balik Pelaku
-
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga