Suara.com - Lelucon lucu seorang YouTuber telah menghebohkan internet. Khususnya, YouTuber Stanley Chen membuka restoran ramen palsu di Sydney sebagai lelucon, menyajikan mie instan kepada pelanggan yang percaya bahwa mereka mendapatkan pengalaman bersantap mewah.
Tuan Chen menamai restorannya Nise Jangara Ramen, dengan "Nise" yang berarti "palsu" dalam bahasa Jepang. Dia kemudian membuat situs web canggih dan gambar masakannya yang menarik agar tampak dapat dipercaya. Dia juga mengirim email massal ke para influencer, menawarkan mereka makanan gratis sebagai imbalan karena membagikannya kepada pengikut mereka.
Deskripsi di situs webnya berbunyi, ''Pengalaman Ramen Omakase Eksperimental Hanya Tersedia untuk 2 Malam Setiap Tahun. Nise Jangaru Ramen telah berkeliling dunia menawarkan ramen pop-up sejak tahun 1953 dan sejauh ini telah menjadi tuan rumah acara di Jepang, Belgia, Amerika, dan 50 lainny, sekarang di Australia. Kami menyamakan karya kami dengan karya seni di museum. Selanjutnya, seperti banyak museum, layanan kami gratis. Kami hanya bisa masuk.”
Responsnya luar biasa, dengan orang-orang yang menunggu hingga 90 menit untuk menikmati apa yang mereka anggap sebagai hidangan gourmet. Mereka tidak sadar bahwa mereka disuguhi sebungkus mie instan yang disamarkan dengan cerdik. Bahkan banyak yang memuji makanan tersebut, mengatakan bahwa rasanya "masakan rumahan" dan kuahnya "sangat enak".
Video yang mendokumentasikan aksi tersebut telah menjadi viral dan memicu perdebatan sengit di dunia maya. Dalam video tersebut, Chen berbagi pengalamannya, mengungkapkan bagaimana dia menipu pelanggan agar percaya bahwa mereka mendapatkan pengalaman bersantap mewah.
Video tersebut telah memicu diskusi yang meriah, banyak yang memuji kreativitasnya dan ada pula yang mengkritik lelucon tersebut sebagai tindakan yang kejam. Seorang pengguna menulis, ''Saya suka ini... mengolok-olok bagaimana orang ditipu oleh media sosial.''
Yang lain berkomentar, ''Jika Anda belum pernah membuat video ini, Anda bisa saja memiliki restoran yang sangat menguntungkan, lmao.'' Yang ketiga berkata, ''Kekuatan pemasaran dan FOMO.''
Yang keempat menambahkan, ''Pertemuan influencer sangatlah aneh. Orang-orang itu sangat kehilangan kontak. Kesediaan untuk membayar 45 dolar untuk semangkuk ramen sungguh luar biasa. Ini memberi tahu kita semua yang perlu kita ketahui.”
Yang kelima menyatakan, ''Dia akan sukses, tidak mungkin dia tidak bisa melakukannya dengan produksi berkualitas tinggi ini dan saya akan berada di sini sejak awal.''
Baca Juga: Video Viral Erika Prank Driver Ojol, Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Ulama
Berita Terkait
-
Restoran Mertua Jadi Dipenuhi Pengunjung, Intip Cantiknya Jennifer Coppen Jadi Pelayan Dadakan
-
Sedia Menu Halal dan Nonhalal, Segini Harga Makanan di Restoran Mertua Jennifer Coppen
-
Ucapan Maia Estianty saat Traktir Tissa Biani Makan Mahal di London Tuai Atensi: Ya Ampun
-
Siapa Erika Putri? Video Prank Ojol di TikTok Kembali Heboh, Ternyata Pernah Minta Disuapi Pisang Pria Asing
-
Video Viral Erika Prank Driver Ojol, Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Ulama
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara