Suara.com - Terumbu karang hanya salah satu dari banyak objek yang dilakukan konservasi di kawasan Taman Nasional Bunaken. Selain itu ada mangrove yang ditanam kembali dan pelepasliaran tukik untuk melestarikan ekosistem.
Untuk tukik, berasal dari penetasan secara semi alami. Hal itu dilakukan guna menjaga telur-telur penyu dari ancaman para predator mulai dari manusia hingga satwa.
"Jadi akhirnya harus kita amankan telur-telur penyu yang ada di sarang itu untuk kita tetaskan secara alami dan kita pelihara, kita rawat sampai saatnya untuk siap dilepasliarkan," ucap Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Faat Rudhianto, Jumat (9/8/2024).
Kemudian untuk penanaman mangrove, kata Faat memang sudah harus dilakukan di beberapa titik. Mengingat beberapa kawasan di Bunaken sudah mulai gundul.
"Kalau untuk kegiatan penanaman mangrove, memang di pantai beberapa mangrove sudah mulai terbuka dan harus dilakukan pemilihan ekosistem. Supaya energi air laut itu tidak terlalu banyak menghantam pantai dan mengakibatkan abrasi," ujarnya.
Menurutnya edukasi untuk menekankan pentingnya menjaga kelestarian itu harus terus dilakukan. Meskipun, upaya itu menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak.
"Bagaimana mereka menjaga lingkungan mereka sendiri, bagaimana mereka menangkap ikan dengan ramah, dengan lingkungan mereka tidak melakukan kegiatan destructif termasuk manajemen sampahnya, itu yang perlu kita edukasi," tegasnya.
Kehadiran mahasiswa menjadi penting untuk semakin menguatkan sosialisasi dan edukasi. Sehingga lebih memahami dan membantu upaya konservasi di TN Bunaken.
Batok Kelapa Selamatkan Terumbu Karang
Baca Juga: Peringati Hari Konservasi Alam, PDIP Gelar Seminar Dan Undang Para Pemulung Berdialog
Perwakilan dari Kormater Agro, KKN UGM di Bunaken, Kharisma Pundhi Rukmana, mengatakan timnya membuat sebuah inovasi untuk transplantasi terumbu karang. Dalam hal ini dengan menggunakan bahan alami tempurung atau batok kelapa untuk menarik substrat.
"Nah di sini transplantasi terumbu karang yang dilakukan oleh mahasiswa itu adalah membuat bio reeftek. Jadi merupakan salah satu metode pelestarian terumbu karang tapi menggunakan bahan alami," ucap Pundhi.
Inovasi itu tercetus setelah timnya melakukan observasi ke seluruh Pulau Bunaken. Dari sana ditemukan ada sumberdaya yang masih kurang termanfaatkan yakni batok kelapa apalagi dengan jumlah yang cukup banyak.
"Jadi melihat itu kami coba berdayakan juga dengan masyarakat. Pembuatan bioreeftek ini juga melibatkan masyarakat dan pemuda salah satunya terus membuat itu dengan batok kelapa karena mudah didapat terus juga pengaplikasiannya mudah," tuturnya.
Mudahnya bahan dasar yang digunakan untuk media transplantasi ini ditemukan di Bunaken, menurut Pundhi, sudah menjadi modal tersendiri. Sehingga dapat dibuat oleh masyarakat yang ada di sini.
"Nah nanti untuk mekanismenya itu bioreeftek-nya ditenggelamkan di dasar laut kemudian nanti akan menarik substrat-subtrat terumbu karang yang baru. Jadi batok kelapanya jadi tempat penempelan substrat untuk terumbu karang yang baru," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia
-
Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!
-
KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
-
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan