Suara.com - Suhu udara di beberapa wilayah di Amerika Serikat diprediksi akan melonjak di atas 30°C pada akhir pekan ini. Kondisi cuaca ekstrem ini, bisa menyebabkan berbagai efek pada tubuh, mulai dari rasa lelah yang berlebihan hingga munculnya ruam panas.
Namun, ada fenomena menarik yang diakui oleh beberapa pria selama gelombang panas, yang disebut sebagai 'penis musim panas'. Fenomena ini pertama kali diperkenalkan oleh Tracy Moore dari Majalah MEL pada tahun 2018, dan sejak itu telah diakui oleh para ahli sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi.
'Penis musim panas' mengacu pada kondisi di mana beberapa pria melaporkan bahwa alat kelamin mereka tampak lebih besar saat suhu udara meningkat.
Dr. Jamin Brahmbhatt, seorang ahli urologi di Orlando, menjelaskan bahwa meskipun suhu dapat mempengaruhi tubuh, fenomena ini tidak sepenuhnya bergantung pada musim.
"Musim panas atau musim dingin, ukuran penis Anda seharusnya tetap sama. Saat cuaca dingin di luar, tubuh Anda mencoba mempertahankan panas internalnya, dan karena itu segala sesuatunya mungkin tampak lebih berkontraksi," jelasnya.
Saat cuaca panas, tubuh berusaha menguapkan panas melalui keringat, yang terkadang menyebabkan kulit dan jaringan di bawahnya terlihat lebih membengkak. Efek ini bisa memberi kesan bahwa penis tampak lebih besar, meskipun sebenarnya tidak ada perubahan ukuran yang signifikan.
"Pembuluh darah di dekat kulit berkontraksi untuk mempertahankan panas internal. Namun, pengaturan panas tubuh jenis ini seharusnya tidak memengaruhi ukuran penis Anda secara keseluruhan. Saat cuaca panas di luar, tubuh Anda mencoba menguapkan panas melalui keringat." kata Brahmbhatt.
"Juga saat cuaca panas di luar, Anda mungkin minum lebih banyak air, yang jika dikombinasikan dengan keringat akan membuat tubuh atau kulit Anda tampak membengkak. Dan itu mungkin membuat Anda merasa ada sesuatu yang lebih besar." lanjutnya.
Sementara itu, Dr. Dudley Danoff, penulis buku The Ultimate Guide To Male Sexual Health, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai fenomena ini. Menurutnya, Vasodilatasi—pelebaran pembuluh darah—adalah faktor utama di balik fenomena ini. Saat suhu meningkat, pembuluh darah melebar, memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke area tersebut, yang kemudian menghasilkan ereksi yang lebih terlihat.
Baca Juga: Cahaya Utara Menari di Atas Amerika, Hujan Meteor Perseid Tambah Semarak Langit Malam
Dengan kata lain, sementara 'penis musim panas' mungkin memberikan ilusi ukuran yang lebih besar, efek ini tidak lebih dari hasil dari reaksi tubuh terhadap panas. Namun, para ahli menyarankan agar fenomena ini dilihat sebagai sesuatu yang normal dan bukan alasan untuk khawatir.
"Ada alasan mengapa orang tidak berbulan madu ke Kutub Utara. Mereka pergi ke Hawaii. Ada alasan mengapa bak mandi air panas menarik untuk romansa," katanya.
Berita Terkait
-
Cahaya Utara Menari di Atas Amerika, Hujan Meteor Perseid Tambah Semarak Langit Malam
-
Tuduh AS Dalang di Balik Kudeta Mantan PM Bangladesh, Jubir Amerika Serikat Bilang Begini
-
Mantan PM Bangladesh, Sheikh Hasina Buat Pernyataan Mengejutkan Setelah Hilang dan Senggol Amerika Serikat
-
Rakyat Jepang Desak Amerika Serikat Minta Maaf atas Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki
-
Kengerian Serangan Mematikan Israel di Jalur Gaza, Ternyata Dampaknya Sama Seperti Bom Atom Hiroshima
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta
-
Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa