Suara.com - Kematian Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh saat ini membuat ketegangan meningkat di wilayah Timur Tengah, apalagi Iran disebut-sebut akan melakukan serangan balas dendam dalam waktu dekat.
Perlu diketahui, ada lima negara yang melakukan kesepakatan agar Iran tidak melakukan serangan balik ke Israel, karena dikhawatirkan akan terjadi ketegangan lebih panas di Timur Tengah.
Kelima negara yang mendesak Iran agar tidak melakukan serangan dan mendukung Israel itu yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman dan Italia.
Saat ini Amerika Serikat menyimpulkan bahwa Iran beserta proksi-proksinya di kawasan mungkin akan menyerang Israel pekan ini, kata Gedung Putih kantor presiden AS pada Senin (12/8) menyusul pembunuhan pemimpin politik Hamas di Teheran bulan lalu.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa AS memiliki "kekhawatiran dan perkiraan yang sama dengan mitra-mitra kami di Israel sehubungan dengan kemungkinan waktunya, mungkin terjadi pekan ini."
Namun, ia menegaskan bahwa "pada saat ini sulit untuk memastikan" aksi balasannya akan seperti apa. Tapi, menurutnya, aksi balasan itu mungkin mencakup "serangkaian serangan yang cukup signifikan."
"Presiden yakin bahwa kami memiliki kemampuan yang tersedia untuk membantu membela Israel jika hal itu terjadi," katanya.
"Tidak seorang pun ingin melihat itu terjadi. Itu sebabnya kami terus melakukan pembicaraan diplomatik ini dengan sungguh-sungguh selama beberapa hari terakhir untuk melihat apa yang dapat dilakukan untuk meredakan situasi ini," ujarnya.
Kirby merujuk pernyataannya itu pada Presiden AS Joe Biden, yang pada Senin pagi berbicara melalui sambungan telepon dengan pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia terkait situasi di Timur Tengah.
Baca Juga: California Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo, USGS Jelaskan Kondisi Terkini di Los Angeles
"Pembicaraan telepon itu dilakukan pada pagi hari, terutama untuk membahas ketegangan di Timur Tengah, terutama agar semua pemimpin menegaskan kembali apa yang telah mereka katakan dalam hal pembelaan Israel," ungkap jubir.
"... dan perlunya gencatan senjata, pemulangan para sandera, dan penegasan bahwa kami tidak ingin melihat peningkatan kekerasan, serangan apa pun oleh Iran atau proksinya, dan untuk memperjelas hal itu," katanya, menambahkan.
Departemen Pertahanan AS pada Minggu (11/8) mengatakan bahwa Menhan AS Lloyd Austin telah memerintahkan pengerahan kapal selam berpeluru kendali ke Timur Tengah, dan agar kedatangan kelompok serang kapal induk ke kawasan tersebut dipercepat.
Hamas dan Iran menuding Israel melakukan pembunuhan terhadap Haniyeh di ibu kota Iran, Teheran. Israel tidak mengonfirmasi atau menolak bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.
Kelompok Hizbullah Lebanon juga diperkirakan akan melakukan aksi balasan setelah Israel membunuh komandan senior Fuad Shukr dalam sebuah serangan udara di pinggiran selatan Beirut pada 30 Juli.
Shukr dibunuh sehari sebelum Haniyeh. Rentetatan pembunuhan tersebut membuat kawasan itu berada dalam situasi genting dan terancam mengalami perang lebih luas, sementara serangan Israel terus berlangsung di Jalur Gaza.
Hampir 40 ribu warga Palestina tewas dalam serangan yang telah berlangsung selama 10 bulan di Gaza. Sementara itu, kurang dari 1.200 orang tewas dalam serangan lintas batas yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023. [Antara].
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru