Suara.com - Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Arya Budi menilai Presiden Joko Widodo alias Jokowi selalu memiliki mengikuti perkembangan dinamika partai politik (parpol) yang berlangsung. Hal itu sekaligus tercermin dalam reshuffle atau perombakan kabinet baru-baru ini.
"Jadi Jokowi sejak bahkan jadi presiden 2014 itu dia peduli dengan dinamika partai. Bahwa secara eksplisit di mata publik itu tidak tercium tetapi pergerakan pemerintah sebagai pemegang otoritas di badan hukum beberapa organisasi entah LSM, NGO itu sangat kelihatan dan ini bukan hal yang baru," kata Arya saat dihubungi, Selasa (20/8/2024).
Sebagai contoh, terlihat dari pergantian Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang merupakan politisi PDIP. Kemudian pos tersebut ditempati oleh seorang kader Gerindra yakni Supratman Andi Agtas.
Jika melihat posisinya, Arya bilang Menkumham merupakan salah satu jabatan yang sangat strategis. Sebab akan berkaitan dengan beberapa hal terutama pengesahan organisasi politik.
"Nah tafsir lebih detailnya adalah Menkumham itu sensitif sekali terkait dengan beberapa hal terutama terkait dengan pengesahan organisasi politik terutama kepengurusan partai," ucapnya
"Saya pikir mengganti Menkumham yang Yasona adalah orang PDIP dimana kontrol terhadap kader PDIP itu tidak bisa dilakukan oleh Jokowi, itu akan lebih masuk akal bagi Jokowi untuk menggandeng orang yang dia merasa bisa kendalikan itu, kader yang berada di koalisinya Prabowo," sambungnya.
Apalagi dinamika parpol jelang lengsernya Jokowi sekarang ini cukup banyak terjadi. Misalnya saja, ada Golkar yang baru saja ditinggal Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum.
Rekam jejak Jokowi dalam mengurusi dinamika parpol itu sudah terjadi beberapa kali. Mulai dari dualisme era Golkar hingga yang terjadi di PPP.
"Dulu kita tahu, era Golkar pernah ada dinamika ya, perselisihan dualisme, Ical dan Agung Laksono kemudian berakhir di Setya Novanto misalnya. Kemudian di PPP. Nah itu basis kepengurusan yang diakui adalah siapapun yang mendukung pemerintah Jokowi," tegasnya
Baca Juga: Bahlil Lahadalia Punya Saham dan Perusahaan Apa Saja, Intip Asetnya yang Mewah!
"Nah jadi saya pikir ada kepentingan dari Jokowi, lebih ke kepentingan Jokowi kalau saya membaca dibandingkan Prabowo. Tentu karena kekuasaan presiden sekarang Jokowi. Bahwa ada kader Gerindra yang masuk itu tentu bagian dari konsolidasi juga antara Jokowi dan Prabowo," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Dipanggil ke Istana usai Sehari Gantikan Bahlil, Rosan Roeslani Ungkap Arahan Jokowi soal IKN, Apa Itu?
-
Jelang Pilkada Serentak, Jokowi Kasih 'Gula-gula' Kenaikan 50% Insentif Pegawai KPU
-
Peluang Jokowi Tertutup Jadi Ketum Golkar, Tapi Masih Ada Kemungkinan Jadi Ketua Dewan Pembina
-
Baru Dilantik Kemarin, Menkumham Supratman Langsung Dipanggil Jokowi ke Istana
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!
-
22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah
-
Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang