Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut bahwa penyakit tuberkolosis (TB) telah menyebabkan kematian terhadap sekitar satu miliar orang dalam dua ratus tahun terakhir.
Angka tersebut bahkan lebih besar daripada seluruh pandemi yang pernah ada, termasuk Covid-19.
"Bayangkan satu miliar orang meninggal karena TB. Ini lebih banyak dari seluruh pandemi yang pernah ada di seluruh dunia. Sehingga, saya sering menyebut TB ini sebagai silence pandemic," kata Dante dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/8/2024).
Menyadari seriusnya dampak akibat penyakit TB, Kemenkes dan DPR membentuk Forum Kaukus Tuberkulosis untuk merencanakan strategi, kebijakan, hingga program terkait TB.
Berdasarkan data Global Tuberculosis Report tahun 2023, Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia, setelah India, untuk negara dengan estimasi kasus dan kematian akibat tuberkulosis.
Indonesia menyumbang sekitar 10 persen pengidap tuberkulosis di seluruh dunia. Angkanya sekitar 1.060.000 dari 10.600.000 kasus tuberkulosis di seluruh dunia pada 2022.
Dante menyampaikan bahwa pemerintah telah berkomitmen lewat program penanggulangan tuberkulosis yang tercantum dalam target RPJMN 2025-2029, menjadi wadah upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.
"Dalam tujuan RPJMN tersebut, Kementerian Kesehatan membentuk strategi nasional penanggulangan TB yakni dari upaya promotif, diagnosis, surveilan, dan pengobatan serta pencegahan tuberkulosis," ujarnya.
Pemerintah menargetkan tidak ada lagi tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2030. Menilik dari sejarah tuberkulosis, Dante mengatakan bahwa meskipun bakteri penyebab tuberkulosis baru ditemukan pada 1882 oleh Robert Koch, penyakit tersebut sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan sejak zaman firaun.
Meski begitu, pengidap tuberkulosis tetap bisa sembuh asalkan rutin konsumsi obat selama 6 bulan penuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?
-
Review The Sweater: Pelajaran Sederhana tentang Berbagi dan Peduli
-
Bakal Heboh di Akhir Bulan Ini! Demon Slayer hingga Bloody Smart Siap Tayang di OTT CATCHPLAY+
-
Hadapi Kamboja Malam Ini, Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk John Herdman Putar Otak
-
Persebaya Pecundangi Persija, Bernardo Tavares Bongkar Kunci Sukses Patahkan Taktik Shin Tae-yong
-
AS dan Iran Hentikan Aksi Militer, Harga Minyak Anjlok 5 Persen!
-
4 Shio yang Hidupnya Jadi Lebih Mudah Mulai Hari Ini, Semua Tantangan Terlewati
-
Mojtaba Khamenei Tegas: AS Mau Damai, Suruh Israel Hentikan Serangan ke Lebanon
-
Revolusi Kecoak Gen Z India: Berawal dari Komentar Hakim Jadi Meme dan Gerakan Perlawanan