Suara.com - Presiden AS Joe Biden mengklaim bahwa kelompok Hamas telah menyerah lantaran Israel berhasil memporak-porandakan Jalur Gaza, Palestina hingga menyebabkan puluhan ribu orang tewas.
Biden juga mengatakan bahwa Israel sangat siap dan sepakat soal gencatan senjata. Bahkan, negara Zionis itu disebut bisa menyelesaikan semua. Namun Presiden AS itu mengaku mendapatkan informasi bahwa Hamas menyerah dan mundur.
Hal itu nampaknya ditanggapi langsung kelompok Hamas. Mereka mengatakan pernyataan Biden tidak mencerminkan posisi sebenarnya dari gerakan tersebut yang menyatakan bahwa mereka sangat ingin mencapai gencatan senjata.
“Proposal yang baru-baru ini disampaikan kepada kami bertentangan dengan apa yang telah disepakati para pihak pada 2 Juli, ini dianggap sebagai tanggapan dan persetujuan Amerika terhadap kondisi baru teroris Netanyahu dan rencana kriminalnya terhadap Jalur Gaza,” kata Hamas.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang melakukan perjalanan kesembilannya ke wilayah tersebut sejak perang dimulai, menyatakan optimismenya setelah bertemu dengan pejabat Israel pada hari Senin.
Pada hari Selasa, Blinken berada di Kairo untuk mendorong kemungkinan kemajuan dalam kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dalam pembicaraan yang direncanakan akhir pekan ini, dengan sebagian besar perselisihan masih belum terselesaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM