Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Upaya ini meliputi penyediaan berbagai fasilitas dan program khusus untuk memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi kelompok tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyatakan, pihaknya telah mengimplementasikan berbagai langkah untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan yang inklusif. Hal ini dilakukan agar para penyandang disabilitas tak merasakan perlakuan diskriminatif di fasilitas kesehatan.
"Kami fokus pada penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang non-diskriminatif dengan memperhatikan kebutuhan khusus penyandang disabilitas. Ini mencakup aksesibilitas fisik, aksesibilitas non-fisik, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan," ujar Ani kepada Suara.com, Jumat (30/8/2024).
Dalam rangka memudahkan akses layanan kesehatan, Dinkes DKI telah menetapkan prioritas layanan di 44 Puskesmas dan 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) di Jakarta. "Kami menyediakan loket prioritas khusus untuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya," ucap Ani.
Ia mengemukakan, standar rumah sakit yang ideal untuk penyandang disabilitas mengacu Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2019. Fasilitasnya mencakup aksesibilitas fisik, seperti jalur pejalan kaki, jalur pemandu, serta fasilitas non-fisik seperti pelayanan informasi dan layanan khusus.
Selain itu, pihaknya juga aktif dalam memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan. "Tahun 2023, kami telah menyelenggarakan Workshop Rancangan Aksi Daerah (RAD) dengan 104 peserta terlatih. Untuk 2024, kami menargetkan pelatihan untuk 30 pemberi layanan di setiap angkatan," kata Ani.
Selain itu, kerja sama dengan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD) juga menjadu bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan kesehatan mereka. Dinkes DKI menampung berbagai aspirasi Perangkat Daerah, supaya menjadi bahan evaluasi peningkatan pelayanan ke depan. "Kami melibatkan Perangkat Daerah dalam pertemuan kebijakan teknis untuk membahas pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas," tutur Ani.
Dinkes DKI juga menyediakan layanan kesehatan di rumah bagi penyandang disabilitas yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Layanan ini difasilitasi oleh puskesmas, sesuai wilayah domisili dan dilakukan oleh tim khusus.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki berbagai target, termasuk 100 persen pemeriksaan kesehatan untuk diagnosis disabilitas. Lalu, 85 persen puskesmas diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi sesuai pedoman. "Kami berupaya mencapai target-target ini untuk memastikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi penyandang disabilitas," tegasnya.
Baca Juga: Sudah Minim Personel, Anggaran Damkar Ikut Dipangkas Pemprov DKI, PSI Ngamuk: Tak Bertanggung Jawab!
Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina menilai, pemberian kemudahan untuk disabilitas dalam mengakses layanan kesehatan sangatlah penting. Tak boleh ada program yang menimbulkan kesan diskriminasi untuk semua kelompok.
"Pelaksanaan layanan kesehatan seperti loket khusus, jalur sendiri dan lainnya untuk penyandang disabilitas merupakan program penting, karena pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda)," papar Elva.
Tak hanya itu, ia menandaskan pula, perhatian Pemprov DKI kepada kelompok disabilitas juga dibuktikan lewat Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). "Kita apresiasi untuk jajaran Dinkes DKI yang konsisten memberikan layanan optimal bagi kelompok disabilitas. Harapannya ini terus dilaksanakan untuk menciptakan Jakarta yang inklusif bagi siapa pun," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dukung Ekonomi Inklusif, Bangun Bangsa luncurkan Empower Academy
-
3 Alasan Mengapa Penyandang Disabilitas Sulit Bekerja, Apa Solusi yang Bisa Dilakukan?
-
Momen 3 Penyandang Disabilitas Kibarkan Bendera Merah Putih Saat HUT RI
-
Dilecehkan dan Dimarahi Pelanggan Restoran, Pelayan Difabel di Malaysia Kenakan Tanda OKU
-
PNM Dampingi Nasabah Disabilitas Tumbuh Berkelanjutan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran