Suara.com - Bakal calon wakil gubernur Jakarta yang diusung PDI Perjuangan, Rano Karno alias Bang Doel, mengatakan pihaknya bakal naikkan insentif Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga se-Jakarta. Hal ini bakal dilakukan jika pasangan Pramono Anung-Rano Karno menang di Pilkada Jakarta 2024.
Rano mengatakan, kenaikan insentif tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada pengurus RT dan RW lantaran sudah mengurus para warga Jakarta.
Tidak tanggung-tanggung, rencana kenaikan yang bakal dilakukan Pranomo-Rano sebesar dua kali lipat dari sebelumnya.
“Insentif RT di Jakarta sebulan Rp2 juta. Cukup gak? Kurang. Makanya kita bilang naikin jadi Rp4 juta (per bulan),” kata Rano saat wawancara khusus dengan Suara.com di kediamannya, Rabu (4/9/2024).
Kenaikan insentif juga bakal diberlakukan untuk para Ketua RW. Persentase kenaikannya pun serupa, yakni dua kali lipat.
“RW, Rukun Warga. Insentif Rp2,5 juta, naik Rp5 Juta (per bulan),” ucapnya.
Rano mengatakan, rancangan kenaikan insetif tersebut merupakan hasil dari kalkulasi pasangannya, Bakal Cagub Pramono Anung. Mereka menilai tugas Ketua RT dan RW tidak mudah karena harus mengurusi banyak orang.
Dengan dinaikannya insentif, maka diharapkan para Ketua RT dan RW bisa mengurus warga lebih baik lagi ke depannya.
Kemudian, lanjut Rano, untuk menurunkan angka kriminalitas pihaknya sudah memiliki strategi. Salah satunya bakal memasang kamera pengawas alias CCTV lebih banyak.
Baca Juga: Ngebet Temui Jokowi, Ini yang Akan Ditanyakan Rano Karno
“Kemudian CCTV, harus ditingkatkan untuk menurunkan kriminalitas dan kemudian kenyamanan. Harus happy,” pungkas Rano.
Diketahi bersama, ada tiga bakal pasangan calon yang maju dalam Pilkada Jakarta. Selain Pranomo-Rano, ada nama Ridwan Kamil alias RK-Suswono yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Di Pilkada Jakarta kali ini juga ada bakal paslon yang maju dari jalur independen, yakni Dharma Pongrekun-Kun Wardana.
Berita Terkait
-
Maju di Pilkada 2024, Ronal Surapradja Sempat Tolak Nafkahi Istri Rp 1 Miliar Usai Cerai
-
Bukan soal Jabatan, Rano Karno Temui Jokowi Demi Jakarta
-
Ragukan Ide RK Bangun Hunian di Atas Stasiun, Rano Karno: Idenya Bagus, tapi...
-
Rano Karno Beberkan Alasan Dirinya Dan Pramono Temui Mantan Gubernur-Wagub DKI Jakarta
-
Ngebet Temui Jokowi, Ini yang Akan Ditanyakan Rano Karno
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?