Suara.com - Penembakan di sebuah pasar di Sennar di Sudan tenggara menewaskan 21 orang dan melukai 67 lainnya pada hari Minggu, kata seorang sumber medis kepada AFP, menyalahkan paramiliter atas serangan itu.
Jaringan Dokter Sudan, yang didirikan setelah dimulainya perang pada bulan April 2023, melaporkan jumlah kematian yang sama, tetapi mengatakan jumlah yang terluka lebih dari 70. Mereka menyalahkan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter atas penembakan itu.
RSF, yang dipimpin oleh Mohamed Hamdan Daglo, memerangi tentara Sudan di bawah penguasa de facto negara itu, Abdel Fattah al-Burhan.
Pemerintah di masa lalu menuduh RSF secara sistematis menargetkan warga sipil dan lembaga sipil.
Saat ini Sudan sedang menghadapi konflik politik, bencana alam, hingga ancaman kelaparan.
Salah satu penyebab ancaman kelaparan di negara tersebut adalah perang yang berlarut-larut.
"Perang Sudan telah berkecamuk selama lebih dari 500 hari, membuat setengah dari populasi (25,6 juta orang) mengalami kelaparan ekstrem dan menyebabkan konfirmasi pertama kelaparan di mana pun di dunia sejak 2017," bunyi pernyataan WFP dalam unggahannya di X, Minggu (8/9), seperti dilansir Gulf Times.
Pertempuran antara tentara Sudan dan Rapid Support Forces (RSF) terjadi sejak April 2023 lalu, yang menurut laporan PBB telah menyebabkan lebih dari 10,7 juta orang mengungsi.
Diketahui, jumlah pengungsi di luar negeri telah mencapai sekitar 2,3 juta orang, dengan anak-anak yang merupakan 50 persen dari pengungsi internal.
Baca Juga: Anak 3 Tahun Tak Sengaja Tembak Dirinya Sendiri, Kakak Minta Bantuan ke Warga Sekitar
Dalam sebuah perkiraan yang tidak resmi, penduduk Sudan berjumlah 49,5 juta jiwa. Dari jumlah itu, 97 persen adalah pemeluk Islam yang terdiri dari warga keturunan Arab dan non-Arab.
Tag
Berita Terkait
-
Ayah Pelaku Penembakan di Sekolah Georgia Ditangkap, Beri Kado Natal Pistol ke Anaknya
-
Penembak di Sekolah Georgia yang Tewaskan 4 Orang Sudah Masuk Radar FBI Sejak Tahun Lalu
-
Penembakan di Sekolah Georgia Tewaskan Sedikitnya 4 Orang, Presiden Biden Kutuk Insiden Mengerikan
-
Bocah 2 Tahun di Amerika Serikat Pegang Senjata Api, Tak Sengaja Tembak Pacar Ibunya
-
Anak 3 Tahun Tak Sengaja Tembak Dirinya Sendiri, Kakak Minta Bantuan ke Warga Sekitar
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN
-
Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali
-
Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan
-
Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
-
Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini
-
Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi
-
Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti
-
Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan
-
ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga