Suara.com - Partai politik dinilai makin sering mengeksploitasi artis untuk diikutsertakan dalam pencalonan kepala daerah maupun anggota legislatif.
Meski memang tak ada larangan bagi para publik figur untuk terjun ke politik, namun dikritisi oleh akademisi Universitas Indonesia Titi Anggraini. Terlebih kebanyakan artis-artis itu diberi dukungan partai hanya demi mengeruk suara masyarakat.
Titi menyebut, para artis cenderung dieksploitasi oleh partai politik untuk kepentingan elektoral semata.
"Siapapun mereka bisa masuk ke dunia politik, tapi mestinya tetap melalui kaderisasi dan rekrutmen politik yang demokratis. Ini yang kerap kali dan banyak disimpangi oleh para artis. Mereka secara tiba-tiba direkrut langsung, dinominasikan di Pilkada tanpa ada proses internalisasi nilai-nilai dan kaderisasi di dalam partai," tutur Titi, ditemui di Jakarta, Senin (9/9/2024).
Fenomena seperti itu menimbulkan terjadilah kondisi political shock dari para selebriti yang sebelumnya tidak terbiasa atau bahkan tidak pernah berurusan dengan birokrasi dan pemerintahan. Tidak adanya pengalaman politik praktis itu menimbulkan kegagapan politik.
"Bahkan ada beberapa yang kemudian menjadi tidak puas dengan jabatan yang mereka menangkan di pemilu atau pilkada. Contohnya Lucky Hakim yang tidak akur dengan Kepala daerahnya, bupatinya. Diky Chandra yang tidak akur dengan bupatinya. Itu salah satu ya, itu akibat dari adaptasi politik yang tidak matang," tuturnya.
Sikap gagapan politik akibat proses instan tersebut berdampak pula terhadap kinerja mereka yang menjadi tidak terlalu bisa berkontribusi dalam mencapai tujuan pemerintahan. Alhasil, menurut Titi, artis sebenarnya hanya dijadikan jalan pintas oleh para partai politik demi meraih kemenangan pemilu.
"Dengan memanfaatkan popularitas dan daya pengaruh artis di masyarakat. Saya belum punya data spesifik ya (jumlah parpol manfaatkan artis). Tapi kan kita bisa melihat dari pernyataan Ronald (Surapradja) yang tiba-tiba diminta untuk maju sebagai cawagup (Jawa Barat). Lalu juga Jeje Govinda di Bandung," ungkap anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) tersebut.
Titi menegaskan, partai politik harusnya memberikan proses kaderisasi yang matang kepada setiap artis yang akan mereka usung dalam pemilu.
Baca Juga: Deretan Fakta Mentereng Keluarga Erina Gudono: Disindir OKB, padahal Isinya Akademisi
Berita Terkait
-
Sumber Kekayaan Rocky Gerung: Akademisi yang Dimaki-Maki Relawan Jokowi di Live TV
-
Apa Yang Terjadi Jika Calon Tunggal Kalah Lawan Kotak Kosong, Begini Menurut Ahli
-
Ahli: Calon Tunggal di Pilkada Pascaputusan MK Menurun, Tetapi Belum Signifikan
-
Deretan Fakta Mentereng Keluarga Erina Gudono: Disindir OKB, padahal Isinya Akademisi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK