Suara.com - Setelah sembilan bulan keluar dari penjara, Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori langsung menderita penyakit komplikasi kesehatan sejak dipenjara pada 2007.
Kini kabar duka itu menyelimuti Peru, lantaran Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori meninggal dunia, Rabu (11/9/2024) kata sang putri dari unggahan X.
"Setelah berjuang lama melawan kanker, ayah kami, Alberto Fujimori, baru saja wafat menemui Tuhan. Kami mohon doa dari mereka yang mencintainya agar jiwanya beristirahat dalam kekal. Terima kasih banyak, Ayah!" tulis Keiko Fujimori seraya menambahkan nama ketiga saudara kandungnya: Hiro, Sachie, dan Kenji.
Pada 2009, Alberto Fujimori dinyatakan bersalah atas penculikan dan pembunuhan, serta dijatuhi hukuman 25 tahun penjara karena korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), termasuk sebagai "dalang tak langsung" pembantaian di Barrios Altos dan La Cantuta, di mana 25 orang tewas.
Masa jabatannya diwarnai banyak pelanggaran HAM.
"Saya harus memerintah dari neraka," kata Fujimori dalam persidangan. "Bukan dari istana, tetapi dari neraka yang tidak dialami oleh mereka yang menuduh saya."
Anak imigran Jepang tersebut mendapat grasi kemanusiaan dari Presiden Pedro Pablo Kuczynski pada 2017, tetapi grasi itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung Peru dalam waktu setahun sehingga dia kembali dipenjara pada 2019.
Pada akhir 2023, Mahkamah Konstitusi membebaskannya, tetapi putusan itu dinilai tidak sesuai dengan perintah Pengadilan Hak Asasi Manusia Antar-Amerika.
Tanpa pengalaman politik, Fujimori pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden pada 1990, ketika dia mengalahkan penulis terkenal Mario Vargas Llosa dalam pemilihan putaran kedua.
Selama menjadi presiden, dia diakui karena berhasil menumpas dua pemberontakan—Jalan Terang dan Gerakan Revolusioner Tupac Amaru—dan juga karena berhasil memulihkan perekonomian setelah Peru dilanda inflasi yang tak terkendali.
Pada 5 April 1992, dia membubarkan Kongres karena tidak memiliki suara mayoritas di legislatif dan mengambil kekuasaan luar biasa karena situasi Peru yang tidak normal.
Pada 1995, dia meraih masa jabatannya kedua yang diwarnai tuduhan korupsi dan otoritarianisme, dan pada 2000, dia memenangi masa jabatan ketiga.
Pada November 2000, dia mengundurkan diri sebagai presiden ketika berada di Jepang dan menghindari ekstradisi ke Peru selama enam tahun.
Pada 2005, saat berusaha kembali ke Peru, dia "terdampar" di Chile, yang kemudian menyerahkannya ke peradilan Peru setelah dua tahun.
Dia selalu menyatakan dirinya tidak bersalah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Bawa 26 Kilogram Ganja, Pengemudi Mobil Diamankan Polres Labuhanbatu Selatan
-
Pimpin Dewan HAM PBB, Indonesia Dorong Dialog Lintas Kawasan dan Konsistensi Kebijakan
-
Korban Terakhir Speed Boat Tenggelam di Karimun Ditemukan
-
Megawati Tantang Militansi Kader: Buktikan Kalian Orang PDIP, Bantu Saudara Kita di Sumatra
-
PDIP Kenalkan Maskot Banteng Barata, Prananda Prabowo: Melambangkan Kekuatan Rakyat
-
Undang Rocky Gerung, PDIP Bahas Isu yang Jadi Sorotan Masyarakat di Rakernas
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Mendagri Minta Bantuan 15 Ribu TNI-Polri Bersihkan Lumpur Sumatra
-
OTT Pegawai Pajak, DJP Siap Beri Sanksi jika Terbukti Korupsi
-
Rocky Gerung Terpantau Turut Hadiri Rakernas PDIP di Ancol
-
Ganjar Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026