Suara.com - Di tengah euforia Timnas Indonesia yang menanjak performanya, muncul komentar miring dari sosok Peter F Gontha terkait pemain naturalisasi. Kritik itupun dibalas menohok oleh Hasani Abdulgani.
Dari sebanyak 8 poin terkait ulasannya mengenai keberadaan pemain naturalisasi di tubuh Timnas Indonesia yang diunggah di akun Instagramnya, Peter F Gontha salah satunya menyentil soal adanya misi terselubung dari para pemain keturunan tersebut.
"Apakah anda tau bahwa naturalisasi mereka hanya sementara, karena mereka mempunyai dua paspor, nanti kalau sudah selesai main di Indonesia mereka akan buang status WNI mereka? (saya tau)" tulisnya di poin ke-5 dari total 8 poin yang berisikan pertanyaan dan jawaban soal para pemain keturunan tersebut.
Tudingan mantan Dubes RI untuk Polandia itupun mendapat beragam sorotan dari publik, termasuk dari mantan Exco PSSI Hasani Abdulgani.
Melalui unggahan di akun Instagramnya, Hasani yang juga sempat terlibat dalam proses naturalisasi sejumlah pemain Timnas Indonesia menyayangkan pernyataan Peter F Gontha tersebut.
Menurutnya, bila Peter memahami Peraturan UU Nomor 12 tahun 2006 maka tak akan keluar pernyataan seperti yang dilontarkan.
"Kontroversi komentar soal pemain naturalisasi, Kalau pak Peter Gontha paham dan lebih teliti termasuk persyaratannya dengan peraturan UU No 12, 2006 khususnya pasal 20, seharusnya tak ada komentar seperti ini keluar dari orang sehebat beliau," ungkapnya.
Sebelumnya PSSI melalui anggota Exconya yakni Arya Sinulingga menyebut kebijakan yang diambil organisasi sepak bola Indonesia saat ini dengan masif melakukan naturalisasi sudah tepat.
"Kita ini bingung ya ketika timnas kita berjuang hasilnya baik membawa merah putih semuanya bersatu rakyatnya mendukung. Bisa dilihat tuh antusias rakyat juga besar karena timnas Merah Putih kita bisa berkibar, rasa kebangsaan kita juga besar. Eh ada aja orang yang berusaha menggembosinya gitu dan dengan isu yang kadang-kadang tak jelas. Kok bisa seperti itu terjadi," responnya.
Baca Juga: Jawaban Tersirat Shin Tae-yong Soal Elkan Baggott
Lebih lanjut, Arya Sinulingga menegaskan bahwa para pemain yang dinaturalisasi memiliki darah keturunan dari leluhurnya dan bukan orang asing.
"Saya jelaskan bahwa yang pasti pemain itu memiliki darah Indonesia bahkan dari bapak, ibunya itu orang Indonesia asli. Kok bisa-bisanya mempertanyakan mereka gitu dan kebangsaannya," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali