Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku ubannya bertambah banyak selama empat tahun jadi pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Uniknya, Sandiaga pun curhat kalau ubannya itu lebih banyak tumbuh di sisi kanan kepalanya.
"Kalau dilihat rambut putih saya itu banyakan di kanan. Itu karena otak kanan saya itu, otak kreatif itu banyak yang bekerja. Otak yang kiri, otak sistematis yang berandai-andai jarang dipakai," curhat Sandi kepada wartawan di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Kalimat tersebut sekaligus menjawab saat ditanya peluang dirinya dilanjutkan menjadi Menparekraf pada masa pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Sambil berkelakar, politisi PPP itu mengaku optimis akan kembali diminta jadi pembantu presiden.
Akan tetapi, Sandi juga mengaku kalau dirinya enggan terlalu berandai-andai dengan hal tersebut. Sebab, hingga empat minggu terakhir masa jabatannya berakhir, belum da tawaran dari pihak Prabowo mengenai tawaran kursi menteri.
"Tidak mau mikir terlalu jauh, nanti lihat saja bagaimana keputusan pemerintahan selanjutnya Bapak Presiden. Tapi kontribusi buat negeri kan tidak harus menjadi menteri. Kami bisa ada di posisi mana pun," tutur Sandi.
Siapa pun nanti yang melanjutkan dirinya menjadi Menparekraf, Sandi berharap, program desinasi super prioritas terus dilanjutkan.
"Makanya besok kami akan menuntaskannya di Borobudur. Jadi kami akan finalkan lima desinasi super-prioritas ini dengan salah satu rekomendasi utamanya adalah melanjutkan lima desinasi super prioritas. Karena sudah bisa dilihat langkah-langkah awal yang terbuatnya hasil yang baik. Tapi ke depan harus lebih fokus kepada dua hal yaitu sustainability dan SDM," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jelang Lengser dari Menparekraf, Sandiaga Janji Turunkan Harga Tiket Pesawat 10 Persen di Akhir Oktober
-
Tanggapi Isu Bakal jadi Menlu di Kabinet Prabowo, Sugiono Gerindra Pede: Pasti Beliau Cari The Best and The Brightess
-
Jadi Sasaran Bullying Akun Fufufafa, Prabowo Diyakini Diam-diam Ambil Langkah
-
Sudah Ada Nama-namanya, Dasco Sebut Jumlah Menteri Gerindra Di Kabinet Prabowo Sedikit
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis