Suara.com - Kepala urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan pada hari Senin bahwa bentrokan yang meningkat antara Israel dan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran mengancam akan menjerumuskan Timur Tengah ke dalam perang habis-habisan.
"Saya dapat mengatakan bahwa kita hampir berada dalam perang penuh," kata Borrell menjelang pertemuan para pemimpin dunia di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Kita melihat lebih banyak serangan militer, lebih banyak kerusakan, lebih banyak kerusakan tambahan, lebih banyak korban," tambahnya ketika otoritas Lebanon mengatakan serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 492 orang pada hari Senin, termasuk 35 anak-anak.
Serangan itu menandai hari paling mematikan dari kekerasan lintas batas sejak perang Gaza dimulai.
Israel mengatakan telah menewaskan sejumlah besar militan Hizbullah ketika menyerang sekitar 1.300 lokasi di Lebanon selatan dan timur, termasuk serangan yang ditargetkan di Beirut.
"Semua orang harus mengerahkan semua kapasitas mereka untuk menghentikan ini," kata Borrell, mendesak solusi di New York.
Mengenai Gaza, ia mengatakan meskipun semua kapasitas diplomatik telah kami kerahkan, tidak ada yang mampu menghentikan perang, dan menuduh kedua pihak menunda-nunda.
Berita Terkait
-
Bunyi Peringatan dari Australia Untuk Warganya: Segera Tinggalkan Lebanon Karena Perang Israel-Hizbullah Semakin Panas
-
Sudah Ditugasi Presiden Bentuk Matra Siber, Hadi Tjahjanto: Presiden Prabowo Juga Concern
-
Misteri Hilangnya Pimpinan Hamas Yahya Sinwar, Meninggal atau Bersembunyi?
-
Serangan Udara Israel Hantam Pemukiman Timur Lebanon
-
Khawatir Konflik Meluas, Biden Siap Lakukan Segala Cara Hentikan Ketegangan Timur Tengah!
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran