Suara.com - Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Daniel Hagari mengatakan pihaknya telah melakukan serangan udara yang ditujukkan ke wilayah Timur Lebanon, Senin (23/9/2024).
"Kami menyarankan warga sipil dari desa-desa Lebanon yang berada di dalam atau di dekat bangunan serta area yang digunakan Hizbullah untuk tujuan militer, seperti tempat penyimpanan senjata, agar segera meninggalkan lokasi demi keselamatan mereka," kata juru bicara IDF tersebut.
Informasi itu disampaikan laporan kantor Berita Lebanon, NNA yang menyebutkan bahwa wilayah selatan dan timur negara tersebut sudah mengalami 80 kali gempuran serangan udara Israel.
"Serangan udara Israel menghantam pemukiman Bawadi di Beqaa, menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya," ujar seorang sumber lapangan Lebanon kepada Sputnik.
Sebelumnya pada Senin, IDF mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan besar-besaran terhadap fasilitas Hizbullah di Lebanon.
Pada Minggu, gerakan Hisbullah, Lebanon menyatakan bahwa para pejuangnya telah menyerang kompleks industri militer Israel, Rafael, yang terletak di utara kota Haifa, sebagai balasan atas ledakan perangkat elektronik pekan ini yang dituduh oleh Hizbullah dilakukan oleh Israel.
Pada 17-18 September, penyeranta (pager) dan alat komunikasi lainnya meledak di berbagai wilayah Lebanon, menewaskan 37 orang dan melukai lebih dari 3.000.
Penyebab ledakan simultan ribuan perangkat tersebut masih belum diketahui. Hizbullah dan otoritas Lebanon menyalahkan Israel atas insiden tersebut.
Presiden Israel Isaac Herzog membantah keterlibatan negaranya dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Khawatir Konflik Meluas, Biden Siap Lakukan Segala Cara Hentikan Ketegangan Timur Tengah!
Pada Rabu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan fase baru upaya perang Israel di wilayah tersebut, dengan fokus pada front utara.
Pada Jumat, Israel melakukan serangan udara di wilayah selatan pinggiran kota Beirut, yang menewaskan 45 orang, menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon.
IDF kemudian menyatakan bahwa serangan tersebut menewaskan komandan top Hizbullah, Ibrahim Aqil, serta 15 anggota Hizbullah lainnya. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!