Suara.com - Selasa 23 September menjadi hari peluncuran kampanye global Pilih Kebenaran, sebagai bagian dari persiapan menuju Hari Berita Sedunia pada 28 September.
Lebih dari 100 negara, ratusan organisasi berita, asosiasi media, dan individu akan bergabung untuk mendukung pentingnya jurnalisme berbasis fakta. Beragam lembaga dan media tersebut mengajak para pembaca mereka untuk mendukung outlet berita tepercaya.
Hari Berita Sedunia diselenggarakan bersama oleh Forum Editor Dunia WAN-IFRA dan Yayasan Jurnalisme Kanada, dengan tema kampanye tahun ini "Pilih Kebenaran". Tema ini dikembangkan oleh Project Kontinuum – inkubator kampanye yang dipimpin oleh pendiri Daily Maverick, Branko Brkic.
"Hari Berita Sedunia menawarkan momen untuk merenungkan peran penting jurnalis yang independen dan berani pada tiap negara di seluruh dunia. Pekerjaan mereka memberikan bukti yang selalu tertuju pada kebenaran," kata David Walmsley, Pemimpin Redaksi The Globe and Mail sekaligus pendiri Hari Berita Sedunia.
Kampanye "Pilih Kebenaran" menekankan komitmen jurnalis yang tak tergoyahkan untuk melaporkan fakta, sekaligus mengakui tantangan publik dalam mengelola lingkungan informasi penuh racun akibat meluapnya misinformasi dan disinformasi.
Dalam artikel bersama untuk Hari Berita Sedunia, Brkic dan peraih Nobel Maria Ressa menulis: "Kebisingan dan kekerasan pada akhirnya akan mereda, dan perbincangan berdasarkan kebenaran dan kesopanan akan kembali. Untuk saat ini, kita berjuang – setiap saat, setiap jam, setiap hari... Kita akan membela Kebenaran."
Presiden WAN-IFRA Ladina Heimgartner, yang juga CEO Ringier Media Swiss, mengatakan: "Dengan 'Pilih Kebenaran', kami menekankan komitmen bersama untuk membela prinsip-prinsip jurnalisme berbasis fakta. Di dunia yang dibanjiri misinformasi, tanggung jawab jurnalis untuk menyediakan berita yang akurat, dapat diandalkan, dan independen menjadi jauh lebih penting. Kampanye ini untuk mengingatkan bahwa kebenaran bukan sekadar pilihan – itu adalah fondasi masyarakat yang bebas dan demokratis."
Hari Berita Sedunia merupakan inisiatif global untuk menarik perhatian publik terhadap peran dan fungsi hakiki jurnalis dalam menyediakan berita dan informasi tepercaya sekaligus melayani publik dan menjaga demokrasi. Hari Berita Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 28 September.
WAN-IFRA (The World Association of News Publishers) adalah organisasi pers dunia, yang beranggotakan 3.000 penerbit berita dan perusahaan teknologi serta 60 asosiasi penerbit yang mewakili 18.000 publikasi di 120 negara.
Dengan misi untuk melindungi hak jurnalis dan penerbit di seluruh dunia untuk mendorong media menjadi independen, WAN-IFRA menyediakan keahlian dan layanan kepada anggotanya untuk berinovasi dan berkembang di dunia digital serta menjalankan peran penting mereka dalam masyarakat. World Editors Forum adalah jaringan kerja bagi para editor di bawah WAN-IFRA.
Baca Juga: Dukung Jurnalisme Berkualitas, Apa Tugas Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital?
YAYASAN JURNALISME KANADA (CJF), yang didirikan pada tahun 1990, memiliki misi mempromosikan, mendukung, dan memfasilitasi seluruh keunggulan kerja jurnalistik. Yayasan ini menyelenggarakan program penghargaan dan beasiswa tahunan bergengsi yang menghadirkan para pemimpin berita, jurnalis, dan perusahaan Kanada yang mengapresiasi pencapaian karya jurnalistik luar biasa serta nilai profesionalisme para jurnalis.
Melalui J-Talks bulanan, yang menghadirkan serangkaian pembicara ternama, CJF memfasilitasi dialog antara jurnalis, pebisnis, akademisi, dan mahasiswa tentang peran media dalam masyarakat Kanada dan tantangan yang terus berlanjut di era digital. Yayasan ini juga mendorong peluang untuk pendidikan, pelatihan, dan penelitian jurnalisme.
PROYEK KONTINUUM adalah upaya yang diinkubasi oleh Daily Maverick, yang dipimpin oleh Branko Brkic, untuk menegaskan kembali peran positif media berita dalam komunitas global. Choose Truth adalah cetak biru lembaga ini untuk kolaborasi di masa mendatang.
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan seluruh anggotanya, mendukung dan terlibat langsung dalam kampanye Hari Berita Sedunia melalui pemuatan konten media sosial berisi materi Pilih Kebenaran.
Berita Terkait
-
Denise Chariesta Polisikan Netizen, Murka Anaknya Diancam Dibunuh: Kepalanya Mau Diinjak-injak!
-
Korut Ngegas Lagi! Luncurkan Rudal Balistik, Tingkatkan Ketegangan di Semenanjung Korea
-
Pasca Protes Mahasiswa, Bangladesh di Bawah Kendali Militer: Polisi Absen, Ketertiban Publik Terganggu
-
Nama Baik Tercoreng, Ponpes Markaz Syariah Bogor Milik Habib Rizieq Dihantui Kasus Penganiayaan
-
Banjir Dahsyat Sapu Austria, Enam Jiwa Melayang
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam