Suara.com - Sejarah Gerakan 30 September 1965 atau G30S (Gerakan 30 September) yang dikaitkan dengan PKI (Partai komunias Indonesia) selalu jadi perdebatan ahli sejarah, pegiat media sosial hingga berbagai kalangan.
Tepat pada hari ini, 30 September 59 tahun silam, Indonesia diguncang dengan pembunuhan enam pejabat tinggi militer serta beberapa perwira. Hingga kini, perdebatan tentang peristiwa ini terus terjadi, seperti keterlibatan CIA hingga keaslian Supersemar yang terus menjadi diskusi di berbagai forum.
Redaksi Suara.com menelusuri dan menyajikan lima fakta mengenai Lubang Buaya dalam peristiwa G30S berdasarkan penelitian, kesaksian dokter, dan pandangan pakar sejarah dari berbagai sumber:
1. Tidak Ada Tanda Penyiksaan Berat Terhadap Korban
Tim dokter forensik yang melakukan otopsi terhadap jenazah para jenderal pada 4 Oktober 1965, menyatakan bahwa tidak ditemukan bukti penyiksaan berat seperti yang selama ini dilaporkan. Dokter Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh, dalam buku 'Tragedi Nasional Percobaan Kup G 30 S/PKI di Indonesia', menyebutkan bahwa luka-luka pada korban disebabkan oleh tembakan dan bukan karena penyiksaan sadis seperti mutilasi atau pencungkilan mata.
Fakta ini mengoreksi narasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa para korban mengalami penyiksaan fisik yang ekstrem. Fakta ini juga membantah film G30S/PKI yang beberapa saat setelahnya dirilis dan disebarkan di tengah masyarakat.
2. Asal Nama 'Lubang Buaya'
Nama "Lubang Buaya" bukanlah karena lubang tempat jenazah para jenderal tersebut dilemparkan, melainkan merupakan nama daerah tersebut yang sudah ada sejak lama. Wilayah ini awalnya adalah bekas markas latihan militer yang digunakan oleh Angkatan Udara dan beberapa organisasi sukarelawan.
Nama Lubang Buaya sendiri berasal dari kisah legenda masa lampau mengenai seekor buaya putih yang diyakini mendiami area tersebut. (Sumber: Benedict Anderson dan Ruth McVey, *A Preliminary Analysis of the October 1, 1965, Coup in Indonesia).
Baca Juga: Arti Kabir yang Digaungkan PKI dalam Sejarah G30S Ketika Melakukan Pembunuhan
3. Peran Gerwani dan Isu Penyiksaan di Lubang Buaya
Awalnya, terdapat propaganda yang menyebut bahwa Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) terlibat dalam penyiksaan terhadap para jenderal. Namun, sejarawan seperti John Roosa dalam bukunya *Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto's Coup d'État in Indonesia* (2006), menyatakan bahwa klaim ini adalah bagian dari propaganda untuk mendiskreditkan Gerwani dan PKI. Dalam penyelidikan, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan keterlibatan mereka dalam penyiksaan tersebut.
Meski demikian, diperlukan studi lebih lanjut terkait klaim tersebut.
4. Fakta Lubang Tempat Dikuburnya Para Jenderal
Lubang tempat dikuburkannya tujuh perwira militer tersebut memiliki kedalaman sekitar 12 meter dan lebar 75 cm. Berdasarkan kesaksian dan investigasi pasca-G30S, lubang ini memang sudah disiapkan sebelumnya oleh pasukan yang terlibat dalam operasi tersebut.
Namun, hingga saat ini masih menjadi perdebatan tentang siapa yang sebenarnya menggali dan menyiapkan lubang tersebut. [Sumber: Asvi Warman Adam, *Membedah G30S 1965: Fakta atau Rekayasa].
Berita Terkait
-
Korban G30S PKI yang Selamat, AH Nasution Lolos dari Maut Meski Harus Ditebus Nyawa Putrinya
-
Sang Jenderal Menghapus Dendam Lama, Kisah Anak Pahlawan Revolusi Memaafkan Peristiwa Kelam 65
-
Rocky Gerung Samakan Kasus Fufufafa Seperti G30S PKI: 20 Tahun Lagi Baru Terungkap
-
Cek Fakta: Kaesang Pangarep Mengenakan Rompi Bertuliskan Cucu PKI, Benarkah?
-
1 Oktober Hari Apa? Ketahui Sejarah di Balik Hari Kesaktian Pancasila
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK