Suara.com - Ada momen unik di tengah perjalanan istri Rudy Susmanto, Eva Marthiana saat melewati kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Eva Rudy Susmanto bisa disapa, nampaknya sangat menyukai rujak. Hal itu terlihat dalam video unggahan akun instagram @rudysusmanto.
Dilihat dalam video itu, mantan Ketua IKIAD DPRD Kabupaten Bogor tersebut nampaknya lumayan lama berbincang langsung dengan penjual rujak bebek di Pakansari.
Saat turun dari mobil, Eva langsung mengucapkan salam ke penjual rujak.
"Assalamualaikum pak, damang pak?," sapa Eva.
"Waalailumsalam," jawab penjual Rujak.
"Di mana rumahnya?," kembali bertanya
"Di tasik," sahut kembali.
Eva juga menanyakan kepada si bapak penjual rujak apakah sudah lama tinggal di Bogor.
Baca Juga: Kawasan Puncak Jadi Sorotan, Rudy Susmanto Bicara Kehadiran Bogor Istimewa
"Udah lama di Bogor, dari taun berapa?," tanya istri calon bupati Bogor tersebut.
"Udah, dari tahun 97," jawabnya.
"Tinggal di mana sekarang?," tanya kembali.
"Dekat Masjid Al Huda," jawabnya.
Pada momen tanya jawab mengenai berapa bulan sekali pulang ke Tasik, Eva terlihat kagum dengan perjuangan si bapak penjual rujak bebek itu.
Apalagi, Eva merasa salut kepada si bapak itu lantaran sudah tua namun masih semangat untuk berjuang menghidupi keluarganya.
"Kalau ke Tasik pulang seminggu sekali atau gimana?," tanya Eva.
"Belum tentu, kadang 20 hari baru pulang ke Tasik," jawab si bapak.
"Sekali jualan keuntungannya berapa?," tanya Eva lagi.
"Alhamdulillah kalau habismah gitu 70 ribu mah ada, kalau gak abis mah kadang 50," jawab si bapak.
"Bapak dapat untung berapa?," tanya lagi.
"60 sampai 70 kalau habis, itu dipotong lagi buat setoran," jawabnya.
"Kalau bersih buat bapak?," kembali Eva menanyakan.
"50 ribu, buat bayar kontrakan juga," sahut si bapak.
Pada pertemuan itu, ternyata si bapak penjual rujak tersebut memperhatikan kehadiran Eva saat kampanye damai Pilkada Bogor yang diselenggaraka KPU beberapa waktu lalu.
"Kemarin ibu yang ada di mobil itu ya saat kampanye," tanya si bapak tersebut.
Tak berhenti disitu, Eva juga semakin salut dengan perjuangan si bapak penjual rujak bebek, lantaran dulu pernah bekerja sebagai kuli panggul kayu.
"Dulu sebelum jualan (Rujak) saya di kampung kuli mikul kayu, yang bawa ke sini temen," cerita sedikit si bapak itu.
Dipenghujung video itu, Eva mengajak si bapak untuk ikut bersama dia makan di salah satu rumah makan kawasan Cibinong.
Namun si bapak itu terlihat sungkan dan menolak ajakan dari Eva.
"Ayo pak kita makan dulu?," ajak Eva.
"Enggak bu, enggak," jawab si bapak itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim