Suara.com - Kementerian Agama (Kemenag) telah meraih berbagai capaian pada 10 tahun masa bakti Presiden Joko Widodo.
Dalam rentang waktu tersebut, Kemenag menghadirkan proses transformasi yang berkesinambungan, terutama pada aspek layanan pendidikan agama hingga menjadi lebih tangguh, dan unggul.
Pada aspek pendidikan agama, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, saat ini, terbukti madrasah menjadi pilihan utama para siswa dan warga. Hal tersebut tidak terlepas dari prestasi para siswa madrasah yang sangat membanggakan.
“Bahkan, sekolah peraih medali terbanyak pada Olimpiade Sains 2024 adalah madrasah, tepatnya MAN 2 Kota Malang,” tutur Gus Men sapaan akrabnya dalam acara Religion Fest di Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Kepercayaan publik yang meningkat terkonfirmasi dari lebih dari 40 penegerian madrasah. Bahkan, baru-baru ini usul penegerian 39 Madrasah dan 10 satuan Pendidikan Keagamaan Kristen juga sudah disetujui Kementerian PANRB. Kemenag juga telah meresmikan Dhammasekha sebagai Pendidikan Keagamaan Buddha Formal di Indonesia.
Akreditasi Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) juga meningkat hingga 160%, dari 7 menjadi 18 PTKN yang saat ini terakreditasi ‘Unggul’. Sejurus dengan itu, transformasi kelembagaan PTKN juga terus berlangsung. Tercatat ada 18 institut yang bertransformasi menjadi universitas, dan 13 sekolah tinggi menjadi institut.
“Kemenag juga mendirikan UIN Siber Syekh Nurjati. Ini merupakan universitas Islam negeri siber pertama. Saat ini, terdapat 4.200 mahasiswa terlayani melalui Program jarak jauh, di mana separuhnya mendapatkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB),” sebut Gus Men.
“Untuk penguatan ekonomi, Kemenag menggulirkan program Kemandirian Pesantren. Saat ini ada 3.600 pesantren binaan yang telah menghasilkan 432 Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP),” sambungnya.
Kemandirian Pesantren diberikan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan, pesantren sasaran juga menerima bantuan inkubasi bisnis. Pada awal digulirkan, ada 105 pesantren yang mendapat bantuan dengan total anggaran mencapai Rp37,45 Miliar. Tahun 2022, program ini menyasar 504 pesantren, dengan bantuan mencapai Rp46 Miliar.
Pada tahun ketiga, Kemenag memperluas jangkauan program ini hingga 1.467 pesantren. Total bantuan yang diberikan mencapai Rp245,55 Miliar. Tahun ini, sebanyak Rp160,50 miliar disiapkan untuk 1.500 pesantren sasaran program Kemandirian Pesantren.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Ahmad Zainul Hamdi menambahkan sekarang lembaga-lembaga pendidikan di bawah Kemenag berkembang dengan lebih baik.
“Hanya dalam waktu tidak sampai dua tahun, sekitar satu tahun delapan bulan itu sudah peningkatan PTKN unggul 160 persen, kalau bicara akreditasi perguruan tinggi itu dimulai tahun 2005 dan sampai tahun 2023 itu kita hanya punya 7 PTKN unggul sekarang 18, itu percepatan yang luar biasa, jauh melebihi target,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Melalui BUMP, Kemenag Jadikan Pesantren Jadi Lebih Sejahtera
-
bank bjb Transformasi Digital, Permudah Transaksi Nasabah
-
SI-UK Buka Akses Luas Bagi Pelajar Tanah Air Explore Peluang Pendidikan di UK dan Irlandia
-
10 Tahun Presiden Jokowi, Kemenag Bertumbuh Jadi Faster, Better, dan Stronger
-
Kemenag Rilis Logo, Tema, dan Theme Song Hari Santri 2024, Ajak Terus Berjuang untuk Masa Depan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733