Suara.com - Presiden Joko Widodo akan meresmikan Istana Garuda dan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Jumat (11/10/2024), membuat publik penasaran dengan penampakan Istana Negara IKN terkini.
Dalam pembangunan Istana Negara di IKN, Jokowi lebih mengutamakan penciptaan ekosistem yang tidak hanya mencakup gedung pemerintahan, tetapi juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.
Memiliki desain yang unik, Istana Negara IKN ini telah menyedot perhatian publik sejak foto-foto bangunannya beredar. Berikut adalah ulasan mengenai proses pembangunan Istana Negara IKN, penampakan terkini, serta fakta menariknya.
Proses Pembangunan Istana Negara IKN
Mengutip dari situs resmi Kemenparekraf, Istana Negara IKN atau kerap disebut Istana Garuda terletak di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Istana ini dibangun di atas lahan seluas 55,7 hektar dengan luas total mencapai 334.200 meter persegi.
Kompleks istana ini mencakup lapangan upacara, bangunan istana, kantor presiden, kantor sekretariat presiden, serta kantor staf khusus presiden.
Selain itu, Istana Garuda juga dilengkapi dengan pavilion presiden, wisma negara, mess Paspampres, masjid, museum, kebun botani, bangunan check point, dan berbagai bangunan pendukung lainnya.
I Nyoman Nuarta selaku desainer Istana Garuda menjelaskan bahwa perancangan desain ini melibatkan 44 ahli, termasuk profesor, dokter ahli tanah, dan spesialis lainnya, untuk memastikan keamanan dan ketahanan bangunan.
Ia mengakui bahwa selama proses pembangunan, banyak ahli yang memberikan bantuan meskipun ide awalnya berasal dari dirinya. Sebagai contoh, untuk mengatasi masalah panas dan kondisi termal di dalam ruangan, Nyoman bekerja sama dengan ahli yang menggunakan perangkat lunak canggih seperti smart geometrik untuk melakukan penelitian dan pengujian.
Baca Juga: Sedikit Lagi Lengser, Jokowi Perintahkan ASN Pindah ke IKN Awal Tahun Depan
Selain memperhatikan aspek artistik, aspek teknis juga menjadi fokus yang sangat penting. Meskipun ia merancang strukturnya, perhitungan detail seperti ketebalan baja tetap dikerjakan oleh para ahli.
Penampakan Terbaru Istana Negara IKN
Patung Garuda di Istana Negara IKN kini telah mulai berubah warna menjadi hijau. Awalnya, patung ini memiliki warna gelap saat selesai dibangun, tetapi kini warna Patung Garuda semakin mendekati desain awalnya.
Sejak awal, patung ini memang direncanakan berwarna hijau, meskipun warna tersebut tidak langsung terlihat setelah pembangunan selesai pada bulan Juli lalu.
Perubahan warna Patung Garuda tersebut menarik perhatian publik karena sebelumnya tidak sesuai dengan desain yang direncanakan. Dari unggahan di akun Instagram Nyoman Nuarta, beberapa bagian pada material yang dipasang sudah menunjukkan warna hijau.
Nyoman Nuarta menjelaskan bahwa Istana Garuda mulai menghijau karena dilapisi asam patina untuk mempercepat perubahan warna bilah. Perubahan warna dari cokelat ke hijau terjadi akibat proses oksidasi yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan berjalannya waktu.
Sebelumnya, warna Istana Garuda banyak mendapatkan kritik karena tampak gelap dan suram, bahkan mirip dengan warna besi karatan.
Fakta Unik dan Menarik Istana Negara IKN
Istana Negara IKN memiliki sederet fakta unik dan menarik, yaitu sebagai berikut.
1. Desain Ikonik
Istana Garuda memiliki bentuk menyerupai burung Garuda yang sedang mengembangkan sayap. Desain ini merupakan karya seniman terkenal I Nyoman Nuarta dan telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2022.
2. Lokasi Strategis
Istana Garuda berada di atas bukit, menghadap Taman Plaza Seremoni dan Bukit Bendera IKN. Lokasi ini menawarkan pemandangan yang luas dan simbolis, menghubungkan istana dengan berbagai area penting di ibu kota baru.
3. Dibangun dengan Teknologi Canggih
Dalam hal konsep dan desain, Nyoman mengungkapkan bahwa Istana Garuda akan menjadi istana presiden pertama di dunia yang diciptakan sebagai sebuah karya seni. Dari segi teknologi, Istana Garuda akan memanfaatkan teknologi pembuatan patung yang telah dipatenkan.
Figur burung yang terkait dengan Garuda dalam istana ini akan dibangun dari kerangka baja dan selubung yang terbuat dari tembaga, kuningan, galvalum, dan kaca.
Sebelumnya, I Nyoman Nuarta mengungkapkan bahwa tampilan Istana Garuda pada awalnya akan terlihat cokelat dan gelap. Namun, material tembaga dan kuningan akan mengalami proses oksidasi, yang akan mengubahnya menjadi warna hijau toska yang matang seiring waktu. Dengan demikian, tampilan Istana Garuda tidak akan lagi terlihat gelap.
4. Sempat Ada Perubahan Desain
Desain awal untuk Istana Negara IKN adalah Astana Indonesia Raya, yang menggabungkan elemen rumah adat Indonesia dan dirancang oleh Nagara Rimba Nusa. Namun, desain ini tidak diterapkan dan digantikan dengan karya I Nyoman Nuarta, yaitu Istana Garuda.
5. Memiliki Makna Filosofis
Desain burung Garuda pada istana memiliki hubungan erat dengan sejarah dan keberagaman Indonesia. Garuda melambangkan persatuan dan keragaman budaya, bahasa, agama, serta adat istiadat di tanah air. Sebagai simbol negara, Garuda mewakili moto "Bhinneka Tunggal Ika" atau "Berbeda-beda tetapi tetap satu".
Demikianlah informasi terkait Istana Negara IKN terkini, proses pembangunannya, hingga fakta unik dan menarik tentang bangunan tersebut. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China