Suara.com - Rencana pemerintah untuk memberi tunjangan rumah sebesar Rp50 juta bagi anggota DPR langsung banjir kritikan publik. Pasalnya, rencana itu berbanding terbalik dengan nasib para pekerja yang penghasilannya akan dipotong 3 persen untuk menanggung iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Sosiolog Universitas Nasional (UNAS), Nia Elvina mengatakan kalau fenomena tersebut menunjukan anggota DPR tidak peka terhadap kondisi rakyatnya sendiri. Bukan hanya karena penghasilannya dipotong, pekerja saat ini juga alami krisis kesulitan membeli rumah karena harganya yang kian naik.
"Kalau kasus ini, masyarakat menilai anggota dewan kita, kepekaan sosialnya amat kurang. Sebagian besar masyarakat kita, terutama kelas menengah ke bawah, kesulitan untuk mendapatkan rumah atau mengakses kredit perumahan," kata Nia kepada Suara.com saat dihubungi pada Kamis (10/10/2024).
Namun yang menjadi masalah utama, lanjut Nia, DPR sendiri yang jadi pembuat aturan sekaligus pemegang kontrol untuk mengalokasikan anggaran negara. Sehingga, mereka sendiri bisa 'bebas' menentukan kebijakan berikut biayanya untuk mengakomodir kepentingannya sendiri.
Dalam situasi tersebut, Nia menyarankan kepada publik untuk aktif mengontrol kerja anggota DPR serta berbagai kebijakan yang mereka buat.
"Memang diperlukan kontrol dari masyarakat yang kuat atas aturan yang dibuat oleh lembaga DPR. Dan azas keterbukaan informasi ketika akan membuat aturan atau UU, juga harus dipenuhi oleh mereka," ujarnya.
Tunjangan Rumah Anggota DPR
Sebelumnya diberitakan, bahwa anggota DPR bisa mendapatkan tunjangan rumah dengan nominal Rp 30 juta sampai 50 juga per bulan. Tunjangan itu diberikan karena rumah dinas yang ada dinilai sudah tidak layak.
Rencana tersebut tidak hanya memicu perasaan miris dari para pekerja yang gajinya harus dipotong 3 persen untuk iuran Tapera, tetapi juga akam membebani keuangan negara.
Sejumlah ekonom mengkritik kalau rencama tunjangan rumah anggota DPR akan semakin membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebenarnya sudah defisit Rp 153,7 triliun pada Agustus 2024.
Defisit itu terjadi karena lonjakan belanja pemerintah, terutama untuk pemilihan umum (Pemilu) dan bantuan sosial (bansos) pada Agustus 2024. Defisit ini melebar dari 0,41 persen dari PDB pada Juli menjadi 0,68 persen dari PDB pada Agustus 2024.
Berita Terkait
-
Mewek Tak Bisa Jujur, Sandra Dewi Curhat Terpaksa Bohongi Anak soal Harvey Moeis: Papa Wamil Kayak BTS
-
Dituduh Hina Gibran Sebagai Simbol Negara, Roy Suryo Ledek Pasukan Bawah Tanah Jokowi: Jangan Kayak Fufufafa Malas Baca!
-
Roy Suryo Ngaku Senang jika Segera Dipanggil Bareskrim: Alhamdulillah, Pintu Bagus Bagi Polri Ungkap Pemilik Fufufafa
-
Kritik Telak Tunjangan Rumah Anggota DPR, Formappi: Kasihan Negara, Kenapa Awal Kerja dengan Keangkuhan?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor