Suara.com - Kelompok pejuang Palestina, Hamas, mengutuk serangan udara yang dilancarkan Israel di daerah Jabalia, Gaza Utara, yang menewaskan 24 warga Palestina dan melukai sekitar 90 lainnya pada Jumat malam (11/10).
Hamas menuduh Israel melakukan pembantaian terhadap warga sipil tak bersenjata dengan dukungan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya pada Sabtu, Hamas mengecam keras serangan tersebut, menyamakan aksi Israel dengan gerakan Nazi, dan menyebut pembantaian ini sebagai bagian dari genosida kriminal yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.
Serangan ini, menurut Hamas, adalah upaya untuk menghukum warga Gaza yang tetap gigih menolak pemindahan paksa dari tanah mereka.
"Kejahatan teroris Nazi yang sedang berlangsung ini memperlihatkan kepada dunia bahwa entitas fasis ini haus darah dan berupaya melanjutkan genosida terhadap rakyat kami di Gaza dan penduduk Lebanon," kata Hamas dalam pernyataannya.
Sumber medis di Gaza melaporkan bahwa serangan udara tersebut menargetkan sebuah blok permukiman yang terdiri dari empat rumah, yang menjadi tempat berkumpulnya warga sipil di Jabalia.
Wilayah ini telah menjadi titik fokus kekerasan intens sejak 6 Oktober, saat pengepungan ketat diberlakukan oleh militer Israel.
Serangan udara Israel pada Jumat malam menandai operasi darat ketiga di Jabalia dalam kurun waktu setahun, setelah serangan sebelumnya pada November dan Desember tahun lalu.
Ketegangan yang meningkat sejak Oktober 2023 menyebabkan bentrokan sengit di Gaza utara, salah satu yang terparah sejak konflik besar yang terjadi pada Mei.
Baca Juga: Israel Tetap Berperang saat Yom Kippur, Hari Paling Suci Bagi Umat Yahudi
Israel terus melancarkan serangan terhadap Gaza setelah serangan lintas perbatasan oleh Hamas pada 7 Oktober tahun lalu. Meski Dewan Keamanan PBB telah menyerukan gencatan senjata segera, kekerasan belum mereda.
Otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa konflik ini telah merenggut hampir 42.200 jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 98.300 orang.
Selain itu, pengeboman yang dilakukan Israel telah memaksa banyak warga Gaza untuk mengungsi di tengah krisis pangan, air bersih, dan pasokan medis akibat blokade yang diperketat.
Tindakan Israel di Gaza juga memicu tuduhan genosida di Mahkamah Internasional, dengan tekanan internasional yang terus meningkat terhadap negara tersebut.
Hamas berjanji untuk terus melawan pendudukan Israel dan menuntut tanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina.
Berita Terkait
-
Israel Tetap Berperang saat Yom Kippur, Hari Paling Suci Bagi Umat Yahudi
-
Prajurit AS Divonis 14 Tahun Penjara karena Berupaya Bantu ISIS Serang Pasukan Amerika
-
Amerika Serikat Setuju Jual Senjata ke Arab Saudi, Nilainya Mencapai Rp34 Triliun
-
2 jadi Korban, Kondisi Terbaru Pasukan TNI di Lebanon usai Israel Bombardir Markas UNIFIL
-
Ternyata Begini Nasib Warga Kristen Lebanon yang Terjebak di Tengah Konflik Israel-Hezbollah
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan