Suara.com - Sikap toleransi menjadi salah satu hal yang perlu diajarkan pada anak sejak dini. Dengan toleransi, siswa SD bahkan mampu menghargai pendapat, kesenjangan, hingga lebih mudah untuk menemukan titik tengah terhadap suatu permasalahan yang dihadapinya.
Baru-baru ini, sebuah video yang diunggah akun Instagram @undercover.id memperlihatkan contoh nyata bagaimana siswa SD saling menghormati antar sesamanya atau sebut saja toleransi.
Dalam video viral itu bisa ada seorang siswi yang tengah puasa. Mengetahui hal tersebut, para siswa SD lainnya memilih untuk sedikit menjauh hingga bersembunyi di bawah meja untuk memakan bakal yang mereka bawa dari rumah.
"Ketika akhlak di atas segalanya. Ceritanya ada anak yang puasa, teman-temannya ngumpet di bawah meja," tulis keterangan dalam video tersebut.
Saat ditanya sang guru terkait aksinya tersebut mereka mengatakan bila hal tersebut dilakukan agar teman yang puasa tidak merasa tergoda saat melihat mereka makan.
"Kenapa kalian bersembunyi?," tanya sang guru.
"Soalnya kan ada yang puasa kalau temennya liat kasihan nanti kelaperan," jawab siswi tersebut.
"Takutnya kegoda pak, nanti pengen batal (buka puasa)," timpal siswi lainnya.
Aksi para murid itu pun mendapatkan banyak respon positif dari netizen yang melihatnya. Tak sedikit yang menyebut bila mereka merupakan calon orang sukses.
Baca Juga: Foto Jadul Erina Gudono Viral, Netizen: Duit Merubah Segalanya!
"Kalau anak2 kecil di hampir seluruh Indonesia di ajarkan begini sejak tk atau SD, percayalah di masa depan mereka bisa untuk menghargai sesama dan respect satu sama lain. (emoji love)," kata akun @na****nt.
"Lucu dan akhlak baik, insyaallah jadi orang sukses semua. Aamiinn," imbuh @ra***an.
"Keren nih orangtua, guru² dan semua murid nya, ini gambaran menuju Indonesia emas," cuit @a***14.
"Keren ya cara didik orang tua mereka (emoji tepuk tangan 3x)," ungkap @co***id.
"Mahkota mu langsung terkirim dengan pesawat cargo queen.," timpal @ma***f_.
Kontributor : Mira puspito
Berita Terkait
-
Viral Bocah Bandingkan Respon Panggilan 'Sayang' dengan Panggilan 'Sholat'
-
Viral Aksi Tak Biasa Guru ke Siswi Berhijab Jadi Omongan, Apa yang Dia Lakukan?
-
Viral Mobil Ditabrak Ojol Hingga Penyok, Reaksi Tak Biasa Pemilik Tuai Pujian
-
Viral Hakim Bandingkan Gajinya dengan Uang Jajan Rafathar, Emang Berapa Jumlahnya?
-
Fakta di Balik Cosplayer Hantu Hingga Superhero Avengers Kocar Kacir Dikejar Petugas
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah
-
Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran
-
Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai
-
Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan
-
Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung
-
Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi
-
Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
-
Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran