Suara.com - Yahya Sinwar, pemimpin Hamas yang dikenal sebagai otak di balik serangan 7 Oktober tahun lalu, tewas dalam baku tembak dengan pasukan Israel di Gaza Selatan. Militer Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa Sinwar berhasil dieliminasi pada Rabu dalam operasi yang tak terduga, saat pasukan Israel tidak menyadari bahwa mereka telah berhadapan dengan salah satu musuh terbesar negara tersebut.
Dalam sebuah rekaman video yang dirilis oleh militer Israel, terlihat Sinwar yang berusia 62 tahun tampak terluka dan duduk di dalam bangunan yang hancur. Dengan wajah tertutup syal, ia mencoba melemparkan sebuah benda ke arah drone sebelum akhirnya terlibat dalam pertempuran.
Menurut laporan, kematian Sinwar bukanlah hasil dari operasi yang terencana, melainkan pertemuan yang terjadi secara kebetulan. Pasukan Israel sedang melakukan patroli di area Tal El Sultan, Gaza Selatan, saat mereka melihat tiga tersangka militan bergerak di antara bangunan-bangunan.
Pertempuran pun pecah, dan Sinwar berusaha melarikan diri ke dalam bangunan yang telah hancur.
Setelah tembakan artileri dan misil dilancarkan ke arah bangunan tersebut, pasukan Israel memasuki lokasi dan menemukan Sinwar dengan senjata, rompi anti-peluru, dan uang tunai sebesar 40.000 shekel (sekitar Rp 165 juta). Meskipun pada awalnya hanya diidentifikasi sebagai seorang pejuang, DNA dan catatan gigi kemudian mengonfirmasi bahwa pria tersebut adalah Yahya Sinwar.
Dampak Kematian Sinwar
Kematian Sinwar menjadi pukulan besar bagi Hamas. Selama setahun terakhir, Sinwar bersembunyi di dalam jaringan terowongan bawah tanah yang digali Hamas di Gaza. Namun, banyak dari terowongan ini ditemukan oleh pasukan Israel selama konflik berlangsung.
Seorang pejabat militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, menyatakan bahwa Sinwar mencoba melarikan diri sebelum akhirnya pasukan Israel menembaknya. Selain itu, militer Israel juga mengungkapkan bahwa Sinwar telah mengubah kebiasaannya dan berhenti menggunakan telepon atau perangkat komunikasi lainnya untuk menghindari pelacakan oleh intelijen Israel.
Meskipun Hamas belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kematian Sinwar, beberapa sumber dari kelompok tersebut menyatakan bahwa ada indikasi kuat bahwa ia memang tewas. DNA yang ditemukan di lokasi memperkuat klaim ini.
Kematian Sinwar mengikuti kematian komandan militer Hamas lainnya, Mohammed Deif, yang tewas dalam serangan udara Israel pada Juli lalu. Hal ini menandai melemahnya kepemimpinan militer Hamas dan menjadi tantangan besar bagi kelompok tersebut di tengah konflik yang masih berlangsung.
Baca Juga: Hizbullah Meningkatkan Level Perang Melawan Israel usai Yahya Sinwar Terbunuh
Keterlibatan Amerika Serikat
Militer Amerika Serikat tidak terlibat langsung dalam operasi ini. Namun, juru bicara Pentagon, Mayor Jenderal Angkatan Udara Patrick Ryder, menyebutkan bahwa AS telah berkontribusi dalam hal intelijen, khususnya terkait pelacakan para pemimpin Hamas yang terlibat dalam penyanderaan.
Kematian Yahya Sinwar menambah ketegangan yang terus memuncak di wilayah tersebut, dan banyak pihak yang masih menunggu dampak lebih lanjut dari peristiwa ini terhadap konflik yang berkepanjangan di Gaza.
Berita Terkait
-
Hizbullah Meningkatkan Level Perang Melawan Israel usai Yahya Sinwar Terbunuh
-
Yahya Sinwar Dikabarkan Tewas, Iran: Semangat Perlawanan Akan Semakin Kuat
-
Joe Biden Akui Dapat Bocoran dari Netanyahu soal Tewasnya Pimpinan Hamas Yahya Sinwar
-
Bayi-Bayi di Ambang Maut: Inkubator di Gaza Terancam Padam Akibat Serangan Israel
-
Lagi! Israel Klaim Bunuh Pemimpin Hamas Yahya Sinwar
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan
-
Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok
-
Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna
-
2 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Juli dan Awal Agustus 2026, Siap Panen Rezeki
-
Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman
-
Bambang Pamungkas Bela Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026
-
Wisata Kuliner Dunia Sambil Belanja, Tren Baru yang Makin Diminati Masyarakat Serang
-
Bagaimana Cara Mengatasi Bedak yang Terlalu Putih? Akali dengan Produk Ini