Suara.com - Aksi Gibran Rakabuming Raka setelah resmi menjadi wakil presiden (Wapres) langsung menjadi sorotan. Hal itu setelah beredar di media sosial sebuah video yang menampilkan momen Gibran ketika membagi-bagikan makan siang gratis bergizi di sebuah sekolah di Jakarta.
Dilihat Suara.com dalam unggahan yang dibagikan akun X, CakKhum, Gibran yang mengenakan kemeja biru muda dibalut jas berwarna hitam tampak membagikan boks berisi menu makan siang kepada para siswa sekolah dasar di dalam kelas. Tampak, sejumlah Paspampres pun ikut turun tangan membantu sang wapres kala membagi-bagikan menu masakan yang siap disantap oleh para siswa SD.
Dalam video itu, Gibran juga turut didampingi oleh Penjabat (Pj) Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi. Gibran pun sempat terlihat langsung mengecek isi menu makan siang yang dibagikan kepada anak-anak.
Selain boks berisi menu makan siang, Gibran juga tampak membagi-bagikan buku dan susu kepada para siswa. Berdasar cuplikan video itu, makan siang gratis bergizi itu dibagikan langsung oleh Gibran ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Alih-alih menuai pujian, video Gibran bagi-bagi makan siang gratis itu menuai sindiran dari kalangan netizen. Akun @CAkKhum yang membagikan ulang video tersebut turut memberikan komentar nyelekit.
"Suram kalau Wapres kerjaannya bagi-bagi makanan bergizi gratis, setingkat kelurahan juga bisa melaksanakan," demikian cuitan akun tersebut.
Akun tersebut menyebut jika bagi-bagi makan siang ke anak SD itu bukan menjadi tugas utama seorang wapres.
"Wapres itu harusnya mikir supaya
~ Deflasi 5 bulan berturut-turut bisa diatasi
~ mikir gimana agar masyarakat punya daya beli
~ Buat konsep untuk mengatasi pengguguran," sambung akun pengunggah video.
Terkait unggahan itu, kalangan netizen pun ramai memberikan komentar pedas atas aksi Gibran bagi-bagi makan siang gratis di hari ketiga menjadi wapres. Bahkan, beberapa netizen turut menyindir jika aksi Gibran itu hanya pencitraan belaka.
"Tugas menteri terkait, ditikung oleh wapres, ada-ada aja kelakuan pejabat tinggi kita.... hadewww," sindir akun @va*******.
"Pencitraan aja terus," cibir akun @ka*********.
"Pansos, pencitraan mulu padal 2029 masih lama. bikin muak," celetuk akun @4n********.
"Masih aja dipake cara pencitraan seperti ini. Gw rasa ini wapres kosong lagi ngonten," nyinyir akun @fe*******.
Selain itu, tak sedikit pula netizen yang menganggap aksi bagi-bagi makan gratis itu karena Gibran meniru gaya sang ayah, Joko Widodo alias Jokowi yang diketahui sering membagi-bagikan sembako selama menjabat sebagai Presiden.
"Kayak bapaknya persis, supaya disorot media keliling teros. Levelnya sekelas kepala desa, mungkin itu ajaran dr Mul,"
Berita Terkait
-
Sebut Pansel Capim KPK Bentukan Jokowi Tak Sah, MAKI Kirim Surat Protes ke Prabowo, Begini Isinya!
-
Baru Jabat Menteri HAM Sudah Minta Dana Rp20 Triliun, Veronica Koman Semprot Pigai: Mau Buat Apa Lu Duit Segitu, Surem!
-
Blunder di Hari Pertama jadi Menko Prabowo, KontraS Kecam Yusril: Menunjukkan Negara Enggan Tuntaskan Kasus HAM Berat
-
Jadi Kontroversi usai jadi Menko Prabowo, Yusril Kini Ralat Ucapan soal Tragedi 98 Bukan Kasus HAM Berat, Apa Katanya?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah