Suara.com - Arifatul Choiri Fauzi masuk dalam daftar nama Menteri di Kabinet Merah Putih periode 2024-2025. Lantas Arifatul Choiri Fauzi menteri apa? Nah untuk mengetahuinya, mari simak berikut ini ulasannya.
Diberitakan bahwa Prabowo telah mengumumkan daftar menteri dan wakilnya untuk anggota kabinet Merah Putih atau Kabinet Prabowo-Gibran. Pengumuman tersebut diumumkan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
“Dengan kesepakatan para ketua umum koalisi kami, kami beri nama kabinet ini Kabinet Merah Putih. Dan saya ingin umumkan susunan Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029”, tutur Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan yang dikutip dari setkab.go.id.
Presiden Prabowo mengumumkan 48 nama menteri dan 5 pejabat untuk periode 2024-2029 di Kabinet Merah Putih. Adapun salah satu nama dalam daftar menteri tersebut yaitu Arifatul Choiri Fauzi. Lantas Arifatul Choiri Fauzi menteri apa? Berikut ini informasinya.
Arifatul Choiri Fauzi Menteri Apa?
Arifatul Choiri Fauzi resmi ditetapkan sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Kabinet Merah Putih periode 2024-2025. Arifatul menggantikan posisi Bintang Puspayoga yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri PPPA.
Acara serah-terima jabatan Menteri berlangsung di ruang RA Kartini Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pada Senin (21/10/2024). Adapun acara serah-terima jabatan tersebut dimulai pada pukul 15.00 WIB.
Sebagai Menteri PPPA, Arifatul akan membantu pemerintahan Prabowo-Gibran selama 5 tahun ke depan dalam mengurusi masalah-masalah seputar anak dan perempuan. Arifatul ini salah satu dari sedikit menteri berjenis kelamin perempuan yang masuk Kabinet Merah Putih.
Sebelum menjabat sebagai menteri PPPA, Arifatul ini merupakan Wakil Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional) Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Ia juga diketahui jadi anggota Komisi infokom MUI (Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia).
Baca Juga: Matematika Bikin Pusing? Prabowo Siap Rombak Pembelajaran di Sekolah!
Perempuan yang lahir 28 Juli 1969 di Madura ini diketahui juga sebagai tokoh Muslimat NU (Nahdlatul Ulama). Dalam organisasi tersebut, Ia menduduki jabatan sebagai Sekretaris Umum PP Muslimat NU (Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama).
Perempuan berusia 55 tahun juga tercatat pernah menerbitkan sebuah buku dengan judul ‘Kabar-kabar Kekerasan dari Bali’. Adapun buku tersebut menyoroti tentang bagaimana peran media massa dalam publisitas peristiwa bom Bali.
Demikian ulasan mengenai Arifatul Choiri Fauzi menteri apa dalam kabinet Merah Putih lengkap dengan profil dan perjalanan kariernya.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
Matematika Bikin Pusing? Prabowo Siap Rombak Pembelajaran di Sekolah!
-
Profil Mari Elka Pangestu: Dari Mendag Hingga Bank Dunia, Kini Jadi Utusan Khusus Presiden
-
Menakar Efektivitas Lembaga Pengurus PMI di Kabinet Prabowo : Solusi Atau Bagi-bagi Jabatan?
-
Dilantik Jadi Staf Khusus Presiden, Yovie Widianto Siap Berkontribusi Lintas Sektor
-
Prabowo 'Lupakan' Jasa PDIP di Bali? Pengamat: Reshuffle 2 Tahun Lagi
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Terkini
-
Siapa Majid Khademi? Bos Intelijen Iran yang Gugur dalam Serangan AS dan Israel
-
Merasa Dizalimi, Kerry Cs Laporkan 4 Hakim Perkara Pertamina ke KY dan Bawas MA
-
Aktivis Pro Palestina Desak Malaysia Batasi Ekspor Rare Earth ke AS, Berpotensi Jadi Mesin Perang
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Kenapa Harga Plastik di Pasar Ikut Mahal?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Ojol Meningkat, Komnas Perempuan Soroti Soal Rekrutmen Driver
-
Tiga Saksi Biro Travel Diperiksa, KPK Dalami Keuntungan Ilegal Kuota Haji 2023-2024
-
Wamenkes Ungkap Penyebab 72 Siswa Keracunan MBG di Jaktim
-
KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, KAI Minta Maaf dan Lakukan Rekayasa Perjalanan Kereta
-
Kasus Foto AI di JAKI, Lurah Kalisari Akui Kesalahan dan Beri Sanksi Petugas PPSU
-
Laporan KPK: Kekayaan Gibran Bertambah Rp 395 Juta, Total Kini Rp 27,9 Miliar